Dewan Kritik Penerapan Isolasi Wilayah di Kota Tegal

  Rabu, 01 April 2020   Lilisnawati
Rapat dengar pendapat antara DPRD Kota Tegal dengan Pemkot Tegal terkait kebijakan isolasi wilayah, Selasa (31/3/2020).(Ayotegal.com/Lilisnawati)

TEGAL BARAT, AYOTEGAL.COM-- Pemerintah Kota Tegal resmi menerapkan kebijakan isolasi wilayah sebagai langkah antisipasi penyebaran virus korona atau Covid-19 di Kota Tegal.

Isolasi wilayah sendiri diterapkan dengan menutup sejumlah akses masuk ke Kota Tegal. Termasuk jalur-jalur perbatasan antara Kota Tegal dengan daerah sekitarnya.

Bukan hanya itu, Pemkot Tegal juga sengaja mematikan lampu penerangan jalan umum (PJU) untuk menghindari masyarakat berkerumun.

Kebijakan itu pun menuai kritik dari jajaran DPRD Kota Tegal.

Seperti yang disampaikan Ketua DPRD Kota Tegal Kusnendro saat memimpin rapat dengar pendapat di Gedung Paripurna DPRD Kota Tegal, Selasa (31/3/2020).

Ia menilai, kebijakan isolasi wilayah yang diterapkan Pemkot Tegal belum optimal. Sebab, berdasarkan pantauannya di lapangan, masyarakat masih bebas keluar masuk Kota Tegal tanpa ada penjagaan ketat dari petugas.

AYO BACA : Ini 4 Akses Masuk Kota Tegal saat Isolasi Wilayah

\"Jika mau dilaksanakan isolasi wilayah, seharusnya semuanya sudah siap. Petugasnya harus sudah disiapkan. Tapi pantauan di lapangan, sampai dengan dua hari ini masyarakat masih bebas berkeliaran,\" ujarnya.

Dirinya juga menyoroti kebijakan pemadaman PJU di Kota Tegal.

\"Penerangan jalan merupakan hak masyarakat, jadi kita tidak sepakat kalau PJU dimatikan. Kita minta PJU wajib dinyalakan,\" katanya.

Selain itu, Kusnendro juga menanyakan jumlah anggaran yang disiapkan Pemkot Tegal untuk mengatasi masyarakat yang terdampak isolasi wilayah.

\"Wali kota menyebut anggaran Rp27 miliar. Itu anggaran darimana? Padahal antara tim anggaran Pemkot Tegal dengan DPRD Kota Tegal sama sekali belum membahasnya,\" ucapnya.

Kusnendro juga menanyakan kompensasi bagi masyarakat yang terdampak kebijakan isolasi wilayah.

AYO BACA : Pemudik di Kabupaten Tegal Diminta Isolasi Diri di Rumah

\"Ketika pemerintah sudah menetapkan isolasi wilayah, kompensasi harus diberikan kepada semua masyarakat Kota Tegal. Bukan lagi itu memandang rakyat miskin atau bukan,\" jelasnya.

Ia berpesan kepada Pemkot Tegal agar selalu melibatkan dewan dalam mengambil kebijakan.

\"Saya berharap komunikasi jajaran Forkopimda, jajaran legislatif dan pemerintah kota ini harus diperbaiki agar dalam menangani penyebaran Covid-19 segera bisa diselesaikan,\" katanya.

Kusnendro juga berharap, setelah warga Kota Tegal yang positif Covid-19 dinyatakan sembuh, maka isolasi wilayah harus segera dicabut.

\"Ketika kabar baik sudah ada, maka zona merah akan berganti menjadi zona kuning dan diharapkan Kota Tegal berganti zona hijau. Sehingga lockdown atau isolasi wilayah tidak perlu diterapkan,\" tuturnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tegal Muhamad Jumadi yang hadir pada rapat tersebut mengatakan, isolasi terbatas yang dilakukan Pemkot Tegal semata-mata untuk melindungi warga dari wabah Covid-19.

Jumadi menambahkan, isolasi terbatas dilakukan agar dapat mengontrol secara ketat lalu lintas orang maupun barang yang masuk ke Kota Tegal.

Tujuannya, melindungi warga dengan menyukseskan program pusat agar ‘Physical Distancing’, ‘Social Distancing’ skala besar dapat berjalan dengan baik.

\"Pemkot tidak bisa bekerja sendiri. Pemkot harus bersinergi dengan DPRD. Kita Harus bersama-sama memberikan yang terbaik untuk Kota Tegal. Setelah satu minggu nanti akan kita evaluasi bagaimana dengan kondisi jalanan, pergerakan orangnya,\" ujarnya. 

AYO BACA : Hari Pertama Isolasi Wilayah, Kota Tegal Ramai Lancar

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar