Pasien Covid-19 Lanjut Usia Asal Dukuhwaru Sembuh

  Jumat, 22 Mei 2020   Dwi Ariadi
Bupati Tegal Umi Azizah dan juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemkab Tegal Joko Wantoro melakukan siaran pers, Jumat (22/5/2020).

SLAWI, AYOTEGAL.COM - Seorang pasien positif Covid-19 asal Desa Karanganyar, Kecamatan Dukuhturi dinyatakan sembuh setelah dirawat selama 1,5 bulan di RSUD Kardinah Kota Tegal. 

Pemeriksaan swab yang keempat dan kelima dari pasien berinisial R (73) ini menunjukkan hasil negatif. Sehingga oleh pihak rumah sakit, R diperbolehkan pulang. Informasi disampaikan juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemkab Tegal Joko Wantoro dalam siaran persnya bersama Bupati Tegal Umi Azizah, Jumat (22/5/2020).

Joko mengungkapkan, kesembuhan pasien ini menjadikan kasus terkonfirmasi positif di Kabupaten Tegal yang sembuh bertambah menjadi 11 orang. Dua orang pasien Covid-19 sedang menjalani perawatan dan tiga orang meninggal dunia. Sementara itu, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) ada 9 orang, 7 orang yang dirawat berasal dari Kabupaten Tegal, sedangkan dua orang lainnya dari luar wilayah.

Merespon kesembuhan pasien tersebut, Bupati Tegal Umi Azizah mengaku senang karena pasien lanjut usia merupakan kelompok rentan. “Kesembuhan ini adalah harapan baru di tengah pandemi Covid-19, di mana beliau sebagai pasien lanjut usia mampu melawan sakitnya ini dan saya berharap dua orang pasien positif Corona yang sedang dirawat segera menyusul sembuh”, kata Umi.

Ucapan terima kasih pun Umi sampaikan kepada tenaga medis RSUD Kardinah Kota Tegal yang telah bekerja merawat dan membantu proses kesembuhan pasien. Tak lupa pula, Umi mengapresiasi keluarga pasien yang telah memberikan dorongan semangat dan tenaga kesehatan Kabupaten Tegal yang membantu dari sisi lainnya.

Meski trend-nya membaik, Umi menambahkan, masyarakat tidak boleh lengah pada ancaman Covid-19. Apa yang sudah diraih sampai dengan hari ini harus dijaga sampai Kabupaten Tegal terbebas dari kasus Covid-19. “Kita hargai kerja para dokter, perawat dan tenaga kesehatan yang sudah berjuang melayani masyarakat, menyembuhkan pasien, termasuk saudara-saudara kita yang tidak mudik yang rela tidak pulang kampung demi keselamatan kita bersama” ujarnya.

Cara mendukung mereka yang bekerja di garda terdepan melawan Covid-19 ini adalah dengan menjalankan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin sebagai gaya hidup baru di masa pandemi, termasuk beribadah di rumah. “Ambil keputusan yang tepat untuk menyelamatkan Bangsa ini. Kita harus bangkit bersama, menjadi bagian warga negara yang memiliki tanggungjawab sama untuk memutus rantai penularannya. Diawali dari diri kita sendiri dan lingkungan keluarga, karena Indonesia jangan terserah dan jangan pernah menyerah”, imbaunya.

 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar