Suguhan Khas Lebaran, Sagon Siru Pandan yang Kaya Makna

  Sabtu, 23 Mei 2020   Dwi Ariadi
Budayawan Atmo Tan Sidik menunjukkan suguhan sagon suru pandan.

TEGAL TIMUR, AYOTEGAL.COM - Tiap makanan khas Lebaran yang biasa menjadi suguhan saat silaturahmi Hari Raya Idulfitri memiliki beragam makna. Seperti yang disampaikan budayawan Tegal, Atmo Tan Sidik, Sabtu (23/5/2020). 

Ketua Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) Kota Tegal ini mengatakan, suguhan khas Lebaran memiliki makna filosofi yang tinggi sebagai kuliner para luluhur. Salah satunya, sagon siru pandan. 

''Pakai Sagon itu monumen kultural untuk merekonstruksi nostalgia menghargai kreativitas kuliner para leluhur dengan kandungan makna. Di balik teks sekedar sagon, yakni ingin merengkuh makna rasa,''katanya. 

Dikatakan, suguhan khas Lebaran tersebut memiliki makna filisofi yg cukup mendalam. ''Karena jika  saat makan sambil guyonan bisa tersedak( basa brebes; kesenggruk). Demikian pula saat seseorang akan ngudari haqul adami mengakui untuk minta maaf atas khilaf, harus ada keseriusan lahir dan  batin,''paparnya.

Menurut Atmo, bagi masyarakat Tegal dulu, sagon harus terlebih dahulu dimakan sebelum sungkem meminta maaf kepada orang tua, atau orang yang dituakan. Sagon mempunyai filosofi yang dalam, karena makan sagon butuh keseriusan. "Ketika engkau menyampaikan permohonan maaf jangan main main. Sebab, apabila main-main maka akan tersedak," ujar Atmo.

Selain itu, makna sagon juga untuk menggambarkan sopan santun, karena makan sagon harus fokus dan tidak bisa sambil main-main. "Ga bisa makan sagon sambil ngomong, di situlah letak keindahannya," ujarnya.  Ia menilai, hilangnya tradisi makan sagon sebelum sungkem menjadikan aspek spiritual berkurang. 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar