Pesantren Harus Punya Standar Khusus Jelang New Normal

  Jumat, 29 Mei 2020   Dwi Ariadi
Pondok Pesantren Al-Asror Gunungpati Semarang. (Vedyana/Ayosemarang)

SEMARANG, AYOTEGAL.COM - New normal atau kenormalan baru saat ini menjadi perhatian banyak pihak. Tak terkecuali Pondok Pesantren (Ponpes) yang merupakan lembaga pendidikan. 

Pengurus Pondok Pesantren Al-Asror Gunungpati Semarang KH Mamnukhin Khalid atau yang akrab disapa Gus Nukhin mengatakan, jika penerapan kenormalan kembali di Ponpesnya akan menemui kendala. 
 
Menurutnya, pondok pesantren tentu memiliki karakteristik tersendiri jika dibandingkan dengan sekolah atau lembaga pendidikan formal pada umumnya. 

"Kalau pesantren harus mengikuti skema kenormalan baru, maka harus diakomodir oleh pihak pemangku kebijakan karena pesantren harus memiliki standar khusus," ujarnya, Jumat (29/5/2020). 

Gus Nukhin menambahkan, jika Ponpes yang memiliki ruang lingkup terbilang terbatas, dinilainya penerapan kenormalan baru pasti akan sulit dilakukan. 

"Pesantren kami ini luasnya 4 hektar. Dihuni seribu santri baik putra dan putri. Tentu saja tempatnya sangat terbatas, saat ini saja rata-rata satu kamar bisa dihuni 20 atau 50 santri," imbuhnya. 

Pihaknya pun berharap, adanya perhatian pemerintah sebagai pemangku kebijakan untuk Ponpes yang harus menghadapi masa kenormalan baru saat ini.

 "Sebagai warga Nahdiyyin kami tentu menghormati keputusan pemerintah dalam kaitannya new normal itu. Tapi kami minta kalangan pondok pesantren bisa diperhatikan," katanya.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar