BINCANG KREATIF, Disabilitas Kabupaten Tegal Rambah E-Market

  Selasa, 30 Juni 2020   Dwi Ariadi
Talkshow ''Bincang Kreatif'' yang diselenggarakan oleh Dinas Kominfo Kabupaten Tegal yang disiarkan secara live Radio Slawi FM dan Kanal Youtube Pemkab Tegal, Selasa (30/6/2020)

SLAWI, AYOTEGAL.COM - Penyandang disabilitas di Kabupaten Tegal melakukan inovasi di tengah pandemi korona. Mereka merambah ke digital e-market dalam memasarkan produk hasil karyanya. 

Hal tersebut terungkap dalam talkshow ''Bincang Kreatif'' yang diselenggarakan oleh Dinas Kominfo Kabupaten Tegal yang disiarkan secara live Slawi FM dan Kanal Youtube Pemkab Tegal, Selasa (30/6/2020)

Kepala Dinas Sosial, Nurhayati mengungkapkan,  dalam memberikan perlindungan bagi penyandang disabilitas di tengah pandemi korona Pemkab Tegal melalui Dinas Sosial sudah mengambil langkah-langkah kebijakan khusus.

Di antara program tersebut, lanjut Nurhayati, keterampilan dan pelatihan seperti menjahit, tataboga, service HP, membatik sekaligus diberikan peralatan untuk modal usaha. 

Selain itu, pendampingan bimbingan, konsultasi, motivasi, kemandirian, advokasi pembentukan forum Difabel di setiap desa untuk menuju desa inklusi dan ramah Difabel.

''Strategi pengembangan usaha  penyandang disabilitas dalam hal pemasaraan secara online, Pemerintah Kabupaten Tegal  bekerja sama dengan Universitas Pancasakti (UPS) Tegal bagi para difabel yang memiliki usaha dan mau mengikuti  pelatihan e-market melalui zoom  bisa mengisi format identifikasi produk sebagai pengumpulan data untuk melengkapi konten sebelum  aplikasi tersebut launching,''katanya. 

Aplikasi yang akan dibuat ''Difakreatif''. Menurut Nurhayati, menurut data Dinas Sosial jumlah Difabel di Kabupaten Tegal ada 12.374 jiwa pada 2020 dan ada organisasi/komunitasnya sesuai 4 ragam Difabel ( Fisik, sensorik, Intelektual dan mental ) .

Dia meyakini, di masa pandemi Para penyandang Disabilitas tetap bertahan dimasa pandemi. ''Apalagi pemberian bantuan dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah berupa sembako dan alat bantu seperti kursi roda, tangan palsu, kaki palsu sudah di perolehnya.

Kebijakan lain, kata Nurhayati, program pendampingan perekaman E-KTP  bagi difabel yang tidak bisa mengakses dengan melalui jemput bola dan pendampingan pembuatan SIM D untuk penyandang disabilitas .

''Perihal Difabel yang memiliki keahlian menjahit hasil pelatihan juga dilibatkan dalam order yang bekerjasama dengan Dinas kesehatan Kabupaten Tegal yakni pembuatan 6.000 masker dan dilanjutkan face shield sejumlah 6.800 buah untuk diserahkan ke Gugus tugas Covid-19 Kabupaten Tegal,''tandasnya.

Menurut Nurhayati, difabel yng memiliki usaha kue, makanan ringan, snack juga diberikan fasilitas untuk pemasaran melalui  media sosial guna mengurangi tatap muka untuk memutus mata ranti penyebaran Covid -19.

Karena itu, pihaknya berharap para penyandang disabilitas supaya tetap diberikan ruang akses dan peluang dari segi usaha, pekerjaan serta perlindungan untuk pemenuhan hak-haknya yang sampai saat ini belum maksimal dari segi pendidikan, ketenagakerjaan, identitas kependudukan,''ujarnya.

Beberapa langkah yang sudah dilakukan, lanjut Nurhayati, pihaknya telah menghimbau agar  Perda Difabel supaya segera diterapkan dan dilaksanakan sebagaimana mestinya.

Sementara itu, Firmansyah, Wakil Ketua Difabel Slawi Mandiri (DSM) mengatakan, pelatihan inovasi terbaru e-market sangat memberikan manfaat bagi kalangan difabel. 

''Pengembangan yang strategi. Keingintahuan para difabel sangat luar biasa, kemudian banyak masukan soal bagaimana pemasaran produk difabel melalui online agar diterima oleh pasar,''ujarnya.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar