Seorang Karyawati Bank di Kota Tegal Tipu Nasabah, Kerugian Capai Rp, 3,7 Miliar

  Selasa, 30 Juni 2020   Lilisnawati
Wakapolres Tegal Kota Kompol Joko Wicaksono saat menunjukan barang bukti kejahatan pada saat konferensi pers, Selasa (30/6/2020). (Lilisnawati/Ayotegal)

TEGAL BARAT, AYOTEGAL.COM- Satreskrim Polres Tegal Kota berhasil mengungkap kasus tindak kejahatan penipuan atau penggelapan uang yang melibatkan seorang karyawati bank swasta di Kota Tegal.

Dia adalah Febrinita Budi Winarti (39), seorang karyawati bank yang menggasak uang milik nasabah hingga miliaran rupiah.

Wakapolres Tegal Kota Kompol Joko Wicaksono mengatakan, penangkapan kasus tersebut bermula dari aduan nasabah yang merasa curiga dengan tersangka.

"Dia dibekuk atas laporan dari tiga nasabah yang telah menyetorkan uangnya," katanya saat konferensi pers di Mapolres Tegal Kota, Selasa (30/6/2020).

Menurutnya, aksi yang dilakukan pelaku dengan melakukan bujuk rayu dan mengiming-imingi bunga tinggi kepada para nasabah.

"Modusnya dengan cara bujuk rayu, kepada seorang nasabah untuk mendistribusikan uang kepada tersangka dengan iming-iming bunga yang cukup tinggi yaitu 10% dalam tenggang waktu satu bulan," jelasnya.

Namun, kata Joko, uang yang disetorkan oleh nasabah sebagian disetorkan untuk dideposito dan ada yang tidak disetorkan.

"Tersangka mengaku uang yang tidak didepositakan tersebut diolah oleh tersangka untuk membayar bunga dari para nasabah itu sendiri dan juga untuk memberikan upah kepada beberapa orang yang diduga sebagai makelar," jelasnya.

Joko mengatakan, untuk membuat nasabah atau korban percaya, tersangka menerbitkan bilyet deposito palsu.

"Para korban juga jadi percaya untuk menyerahkan sejumlah uang kepada pelaku untuk didepositakan, karena tersangka memang sudah bekerja di beberapa bank," katanya.

Setelah melakukan kejahatan, tersangka sempat melarikan diri ke rumah orang tuanya di Perumahan Mejasem. Di situlah pelaku diamankan oleh tim resmob Polres Tegal Kota.

"Atas perbuatan tersangka, total kerugian mencapai Rp 3,7 miliar. Dan sesuai dengan pasal 378 dan atau pasal 372 KUHP dan atau pasal 263 ayat 1 dan ayat 2 KUHP dengan hukuman maksimal empat tahun penjara," ungkapnya.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar