Pemotongan Hewan Kurban dan Salat Idul Adha di Tengah Pandemi, Begini Aturan dari Kemenag

  Jumat, 10 Juli 2020   Dwi Ariadi
Kepala Kemenag Kabupaten Tegal Sukarno pada konferensi pers Gugus Tugas Covid-19, Kamis (9/7/2020).

SLAWI, AYOTEGAL.COM - Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tegal Sukarno mengatakan, salat hari raya Iduladha 1441 H atau 2020 M dapat dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, kecuali pada tempat-tempat yang dianggap masih belum aman Covid-19 oleh pemerintah daerah atau Gugus Tugas Covid-19.

Hal itu dijelaskan oleh Sukarno pada konferensi pers Gugus Tugas Covid-19, Kamis (9/7/2020). Dalam acara yang dimoderatori Kepala Dinas Kominfo Dessy Arifianto selaku Koordinator Bidang Humas Gugus Tugas Covid itu juga dihadiri Staf Ahli Bupati Bidang Politik Hukum dan Pemerintahan Agus Subagyo mewakili Bupati Tegal, Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan, Khofifah dan Juru bicara Gugus Tugas Covid-19 dr.Joko Wantoro.

Menurut Sukarno, sesuai surat edaran Menteri Agama RI  No.18 tahun 2020 tanggal 30 Juni 2020 tentang pedoman penyelenggaraan Salat Iduladha dan Penyembelihan hewan kurban menuju masyarakat produktif dan aman Covid-19, tempat penyelenggaraan kegiatan Salat Iduladha dan penyembelihan hewan kurban  bisa dilakukan di lapangan, masjid atau di ruangan dengan persyaratan memenuhi protokol kesehatan. 

''Jadi tempat dan penyelenggaraannya harus memenuhi protokol kesehatan,''tegasnya.

Dijelaskan, terdapat beberapa persyaratan yang harus dipatuhi di antaranya yaitu, harus menyiapkan petugas untuk mengawasi dan menyiapkan protokol kesehatan.

Selanjutnya, melakukan pembersihan dan disinfektan di area pelaksanaan, membatasi jumlah pintu dan jalur masuk pelaksanaan guna memudahkan penerapan dan pengawasan protokol kesehatan. 
Disamping itu juga harus menyediakan fasilitas cuci tangan, sabun, dan  hand sanitizer di jalan utama.

Selanjutnya, agar ada pembatasan pintu masuk dan keluar saat pelaksanaan di lapangan, menyediakan alat pengecek suhu tubuh serta  mempersingkat pelaksanaan sholat dan khutbah Idul Adha tanpa mengurangi ketentuan syarat dan rukun. 

Para penyelenggara juga selalu menghimbau agar para jamaah menjaga jarak, memakai masker dan membawa alat perlengkapan salat secara mandiri.

Mendasari surat edaran tersebut, pelaksanaan pemotongan hewan kurban, diharapkan dilakukan di area yang memungkinkan penerapan jaga jarak dan penyelenggara mengatur kepadatan  orang  di lokasi penyembelihan. 

Panitia penyembelihan juga tetap melakukan sosial distancing, tetap memakai masker, serta menghindari kontak langsung dan berjabat tangan. 

Pendistribusian daging kurban hendaknya dilakukan oleh panitia ke rumah para  penerima atau mustafidz untuk menghindari kerumunan warga yang antri pembagian daging. 

''Intinya baik pada saat  penyembelihan hewan maupun  pembagian daging qurban, harus mematuhi protokol kesehatan, pakai masker, jaga jarak dan hindari kerumunan warga,'' jelas Sukarno. 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar