PT LIB Akan Berkomunikasi dengan Klub yang Menolak Liga 1 2020

  Sabtu, 11 Juli 2020   Dwi Ariadi
logo PT LIB

JAKARTA, AYOTEGAL.COM - PT Liga Indonesia Baru (LIB) akan berkomunikasi dengan klub yang menolak Liga 1 2020. 

Operator kompetisi di Tanah Air itu akan menjelaskan detail keberlangsungan Liga 1 yang dijadwalkan bergulir pada 1 Oktober mendatang.

Setidaknya ada lima klub yang menolak mengikuti Liga 1 dengan berbagai alasan, seperti izin pemerintah hingga khawatir penyebaran virus corona. 

Tim tersebut adalah Persebaya Surabaya, Barito Putera, Persik Kediri, Persita Tangerang, dan Persipura Jayapura.

PT LIB akan mengajak klub-klub tersebut untuk berkomunikasi secara virtual. Terbaru, PT LIB telah mengirimkan surat kepada 18 tim Liga 1 soal kelanjutan kompetisi.

"Ini karena PT LIB belum berkomunikasi lagi sejak penangguhan kompetisi. Surat yang kami luncurkan itu nanti akan ditindaklanjuti, pekan depan kami akan virtual meeting dengan klub-klub itu," kata Direktur Operasional PT LIB, Sudjarno, saat dihubungi awak media via telepon.

"Kami akan komunikasi terkait dengan kejelasan, informasi, dan perkembangan yang sudah kami siapkan. Di surat itu kami juga meminta kepada klub untuk minta data tentang rencana homebase mereka di mana. Nanti dari surat itu, baru ada diskusi terkait dengan virtual meeting tadi," ujarnya lagi.

Sudjarno mengakui pihaknya memang belum berkomunikasi dengan Gugus Tugas penanganan Covid-19. Namun, dalam waktu dekat PT LIB akan segera berbicara soal rencana menjalankan kembali kompetisi.

"Pasti kami akan bicara dengan Gugus Tugas. Itu bagian yang harus kami koordinasikan, bukan hanya PT LIB, PSSI juga sudah punya rencana ke sana," katanya.

Liga 1 dijadwalkan akan bergulir pada 1 Oktober 2020 hingga 28 Februari 2021. Nantinya seluruh pertandingan Liga 1 tidak boleh dihadiri penonton.

Seluruh pertandingan akan digelar di Pulau Jawa. Sementara tim yang berasal dari Pulau Jawa rencananya akan bermarkas di Yogyakarta atau sekitarnya.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar