KBM Siswa Baru 13 Juli 2020, Kepala Dikbud : Masih Terbatas dan Hanya Orientasi

  Sabtu, 11 Juli 2020   Dwi Ariadi
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal, Wasari.(dok.Humas Pemkab Tegal)

SLAWI, AYOTEGAL.COM - Para siswa baru SD dan SMP di Kabupaten Tegal akan memulai kegiatan belajar mengajar (KBM) pada Senin (13/7/2020).

Kegiatan tersebut akan berlangsung hingga Sabtu (18/7/2020) mendatang tersebut, menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Tegal Akhmad Wasari, aktivtas KBM itu dilakukan secara terbatas. 
 
''Untuk mengenalkan siswa pada lingkungan sekolahnya dan pola pembelajaran selama masa pandemi. Rencananya, siswa baru tersebut akan menjalani masa orientasi selama satu minggu untuk menyesuaikan diri dengan sekolahnya, termasuk pengenalan dengan guru dan sesama siswa,''kata Wasari, baru-baru ini. 

Usai masuk satu pekan, lanjut Wasari, kemudian diliburkan untuk melanjutkan tugas belajar dari rumah. ''Mereka akan masuk kembali sampai ada pengumuman berikutnya,''jelasnya. 

Dengan demikian, Untuk SD hanya kelas 1 yang masuk, sedangkan SMP hanya kelas 7. Selain menjalani masa orientasi, juga ada pengurusan administrasi yang perlu dilakukan siswa.

Menurut Ketua PGRI Kabupaten Tegal ini, pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di masa orientasi siswa baru ini akan menerapkan pedoman protokol kesehatan secara ketat.

Terkait dengan kebijakan adapasi kebiasaan baru (AKB) atau new normal, pihaknya baru menyiapkan skenario shifting atau siswa masuk sekolah dengan sistem bergilir. 

Skenario tersebut akan diberlakukan pada bulan Agustus, dengan catatan, masing-masing sekolah harus memiliki izin dari pihak komite sekolah.

Wasari pun mensimulasikan pola pergantian belajar untuk siswa SD. ''Jika dalam satu kelas terdapat 30 orang siswa, maka, di hari pertama, hanya siswa dengan nomor absensi satu sampai dengan 15 saja yang masuk. Hari berikutnya, siswa dengan absensi 16 sampai dengan 30 yang masuk, sementara siswa dengan absensi satu sampai 15 belajar di rumah, begitu seterusnya,''paparnya.

Berbeda dengan SD, pola shifting di tingkatan SMP akan menerapkan shifting kelas. Wasari mencontohkan, untuk kelas 7, seluruh siswanya masuk sekolah di minggu pertama dengan memanfaatkan ruang kelas yang ada di sekolah sampai syarat physical distancing bisa terpenuhi. 

Sementara siswa kelas 8 dan kelas 9 belajar di rumah. “Berikutnya, di minggu kedua, siswa kelas delapan masuk sekolah, sementara siswa kelas tujuh dan sembilan belajar di rumah. Siswa kelas sembilan baru masuk di minggu ketiga saat siswa kelas tujuh dan delapan belajar di rumah. Demikian seterusnya pola shifting kelas ini akan diberlakukan,” terang Wasari.

Wasari menegaskan, pihaknya tidak memaksakan diri siswanya masuk sekolah dan melakukan pembelajaran tatap muka jika memang orang tua siswa tidak mengizinkan anaknya masuk sekolah. 

Toh kegiatan pembelajaran di sekolah masih tetap bisa diikuti siswa secara daring. “Jika ada orang tua yang tidak mengizinkan anaknya masuk sekolah, maka kami pun tidak memaksa, karena itu juga bagian dari hak orang tua demi melindungi keselamatan putra-putrinya dari ancaman penularan Covid-19,''tandasnya.

''Tidak perlu khawatir juga anaknya akan tertinggal pelajaran karena seluruh tugas dan pembelajaran didalamnya bisa diikuti secara daring,” ungkapnya menegaskan

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar