Ada Dana BOS, Bupati Tegal Larang Sekolah Pungut Biaya Pendidikan

  Selasa, 14 Juli 2020   Dwi Ariadi
Bupati Tegal Umi Azizah melantik Kepala SDN, Kepala SMPN dan Kepala Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di lingkungan Pemkab Tegal pada Senin (13/7/2020) lalu di Aula BKD Kabupaten Tegal. (dok.Humas Pemkab Tegal)

SLAWI, AYOTEGAL.COM - Di tengah masa pandemi Covid-19 ini, sekolah dilarang keras untuk memungut biaya pendidikan. Pasalnya, seluruh beban biaya proses belajar mengajar sudah ditanggung Pemerintah melalui dana bantuan operasional sekolah (BOS). 
 
Hal itu ditegaskan Bupati Tegal Umi Azizah saat acara melantik Kepala SDN, Kepala SMPN dan Kepala Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di lingkungan Pemkab Tegal pada Senin (13/7/2020) lalu di Aula BKD Kabupaten Tegal. 

''Seluruh beban biaya pendidikan untuk menjalankan proses belajar mengajar sudah selesai ditanggung Pemerintah melalui dana BOS,''tegasnya.

Menurut Umi, Pemerintah terus berupaya memeratakan akses pendidikan dan percepatan wajib belajar 12 tahun pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.

''Para kepala sekolah sebagai manajer sekolah dalam mengembangkan kinerja dan prestasi karena keterbatasan anggaran sehingga perlu menggalang kerja sama dengan sejumlah pihak untuk mendapat dukungan peningkatan sumber daya sekolah. Saya minta tidak memaksakan pemenuhan kebutuhan sarpras dibebankan dan memberatkan orang tua siswa,” kata Umi. 

Selain itu, lanjut Umi, Pemerintah juga memberikan akses yang lebih luas kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu. 

Dikatakan, di tengah keprihatinan masyarakat yang sedang berjuang menghadapi masa sulit pandemi Covid-19 ini, sekolah juga harus menjadi ujung terdepan layanan pendidikan dasar yang harus dijaga, agar masyarakat tidak dikecewakan. 

''Saya tidak ingin anak-anak kita putus sekolah di tengah jalan, hanya karena tidak mampu bayar iuran sekolah. Sekalipun itu lewatnya komite sekolah, tapi rasanya tetap sama,” ujarnya.

Kepada para kepala sekolah Umi menitip pesan unuk terus memegang teguh integritas, mboten korupsi, mboten ngapusi. Karena, jabatan karir sebagai kepala sekolah merupakan jabatan strategis, kepanjangan tangan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal sekaligus ujung tombak pencapaian standar nasional pendidikan. 

“Dalam pelantikan para pejabat di lingkungan Pemkab Tegal pun saya pastikan tidak ada kompensasi apa pun, apa lagi uang atau setoran ke atas. Yang ada, kami minta bapak, ibu bekerja profesional. Lakukan terobosan dan inovasi dalam mengembangkan sekolah, termasuk strategi belajar mengajar yang efektif, produktif, sehat dan aman dari penularan Covid-19,”tandasnya.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Umi juga menghimbau kepada kepala sekolah untuk mengawasi serta memperhatikan penerapan protokol kesehatan pada guru dan peserta didik yang akan memulai kegiatan belajar dan mengajarnya di masa orientasi sekolah. 

Mulai dari memperhatikan syarat dan ketentuannya, termasuk kesiapan para guru dan peserta didik dalam menerapkan hal tersebut. Meski baru masa pengenalan siswa baru, pengawasan harus ketat. Faktor keselamatan dan kesehatan menjadi prioritas utama. 

Periksa suhu tubuh secara rutin, baik siswa, guru atau siapa pun warga sekolah di dalamnya. Pastikan mencuci tangan dengan sabun menjadi kewajiban, termasuk memakai masker dan menjaga jarak. Pastikan pula ketersediaan sarana prasarana pendukung agar penerapan protokol kesehatan tersebut bisa diberlakukan. Jadilah contoh pribadi, yang mampu menerapkan protokol kesehatan secara ideal di lingkungan sekolah. 

“Evaluasi betul pelaksanaanya, karena kita tentu tidak ingin sekolah berkembang menjadi klaster penularan Covid-19. Jika memang tidak siap untuk melakukan sistem pembelajaran tatap muka, maka sistem pembelajaran daring bisa dilakukan,” imbuh Umi.  

Adapun jumlah peserta yang diambil sumpahnya berjumlah enam orang, diantaranya empat kepala SDN, satu kepala SMPN dan satu lainnya menjadi kepala SKB. Turut hadir Kepala Badan Kepegawaian Kabupaten Tegal Retno Suprobowati serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal Akhmad Wasari.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar