Kenapa Bahasa Tegalan Disebut Ngapak?

  Selasa, 14 Juli 2020   Dwi Ariadi
Budayawan Atmo Tan Sidik.(dok)

TEGAL TIMUR, AYOTEGAL.COM - Istilah ''ngapak'' sangat melekat dengan bahasa Tegal dan sekitarnya. Seperti idiom ''ora ngapak ora kepenak'', untuk panggilan ''aku'' dengan nyong dan kamu dengan ''kowen''. 

Terkait dengan bahasa Tegalan ini, budayawan Atmo Tan Sidik punya catatan ulasan kenapa bahasa Tegal disebut ngapak. 

Menurut Atmo yang juga Ketua Lesbumi Kota Tegal ini, ngapak adalah aksen saat berbicara menggunakan bahasa Jawa dengan ciri khas
pelafalan huruf k, g, dan b yang sangat jelas. 

''Di mana hal ini berbeda dengan pelafalan bahasa Jawa pada umumnya. Pada budaya Ngapak tidak mengenal hirarki budaya, maka
dari itu tidak ada bahasa kromo pada budaya ngapak,''katanya. 
Selain itu, lanjut Atmo, budaya ngapak adalah bebasan, namun tetap memiliki unggah-ungguh dan akhlak, walaupun tidak ada hirarki budaya. ''Tanpa adanya hirarki maka tidak ada sekat dan batasan untuk setiap orang saling berinteraksi, keterbukaan dan kekeluargaan sangat kental pada budaya Ngapak,''paparnya. 

Menurut Atmo, bahasa ngapak merupakan Bahasa Jawa murni dan berusia lebih tua dari Bahasa Jawa Mataram dan Majapahit.

''Satu pulau Jawa memiliki Bahasa Jawa yang berbeda-beda hal ini dipengaruhi oleh kondisi geografis, lingkungan, budaya dan politik. Hal ini menjadi kekayaan budaya Jawa dengan keunikan dan ciri khas masing-masing,''paparnya.

Atmo juga menyinggung soal Warteg (Warung Tegal). Warung yang sangat populer di seantero Nusantara ini berawal dari era-pembangunan Bung Karno. 

''Sosok beliau dekat dengan budaya Tegalan dan menjadi representasi budaya Tegalan sampai saat ini dengan keunikannya warung yang sangat ramah dan murah,''ujarnya. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar