Inovatif! Pembagian Daging Kurban Pakai Scanning E-KTP

  Minggu, 02 Agustus 2020   Lilisnawati
Pengambilan daging dengan scanning E-KTP di Musala Attabik Khoirul Ummah, Jalan Pala Barat 8A, Desa Mejasem Barat, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, Sabtu (1/8/2020).(Lilisnawati/Ayotegal)

KRAMAT, AYOTEGAL.COM- Pembagian daging kurban di Desa Mejasem, Kecamatan Kramat, Kabupaten lain dari pada umumnya.

Pantia memanfaatkan sistem IT untuk mencegah keributan saat pembagian hewan kurban. Terlebih saat ini pembagian daging kurban harus menerapkan protokol kesehatan.

Pembagian yang berlangsung di Musala Attabik Khoirul Ummah, Jalan Pala Barat 8A, Desa Mejasem Barat, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal itu pun berjalan lancar dan tertib.

Dari pantauan, Sabtu (1/8/2020) masyarakat mengambil daging kurban dengan menggunakan E-KTP. Di mana sebelumnya sudah didaftarkan melalui mesin scanner.

Ketua panitia, Mukhromin mengatakan, inovasi ini sengaja diciptakan untuk menghindari kericuhan saat pembagian hewan kurban di wilayahnya.

Menurutnya, inovasi yang diciptakan oleh ketua RT di lingkungannya sudah berjalan ketiga kalinya.

"Sudah tiga periode ini pembagian daging kurban dengan sistem IT. Yang pertama kita dengan merekam wajah, yang kedua dengan barcode dan kali ini dengan scanning E-KTP," ujarnya.

Hal itu juga untuk mengurangi interaksi di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini.

Ia mengatakan, masyarakat di luar wilayah Mejasem diperbolehkan mendaftar untuk mendapat satu bungkus daging kurban dengan berat seperempat kilogram.

"Masyarakat luar boleh datang dan daftar asalkan bawa E-KTP. Di sini ada tiga sapi dan delapan ekor kambing. Jadi cukup buat masyarakat luar. Biasanya sampai 750 orang," ucapnya.

Sementara itu, Ketua RT 03 RW 13, Yun Setyawan menjelaskan, mesin scanner akan menginput dengan sendiri data calon penerima kurban.

"Yang pertama warga daftar dengan menempelkan E-KTP ke alat scanner, kemudia data diri warga akan terinput, selanjutnya pada saat pengambilan juga harus membawa E-KTP lagi. Jika sudah diambil maka tidak bisa digunakan lagi," jelasnya.

Menurutnya, dengan adanya inovasi itu, pembagian daging kurban lebih tertib dari sebelumnya. Daging kurban terbagi secara adil dan merata. 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar