Pentingnya Pelaku IKM Harus Melek Hak Kekayaan Intelektual

- Rabu, 9 November 2022 | 17:15 WIB
Gilang Amanda, Penyuluh Perindag Ahli Muda Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Brebes (dok pribadi)
Gilang Amanda, Penyuluh Perindag Ahli Muda Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Brebes (dok pribadi)

AYOTEGAL.COM - HKI istilah yang sering didengar tapi mungkin jarang dipahami oleh masyarakat, khususnya para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM).

Padahal hal tersebut merupakan salah satu aspek penting yang harus diperhatikan dalam rangka pemasaran produk IKM.

Apa itu HKI? Hak Kekayaan Intelektual (HKI) didefinisikan sebagai hak untuk memperoleh perlindungan secara hukum atas kekayaan intelektual sesuai dengan peraturan perundang-undangan di bidang HKI, seperti UU Hak Cipta, Paten, Desain Industri, Rahasia Dagang, Varitas Tanaman, Sirkuit terpadu dan Merek

Baca Juga: Dugaan Ujaran Kebencian, LBH Ansor Kabupaten Tegal Laporkan Cuitan Faizal Assegaf ke Polres Tegal

Di Indonesia sendiri, apresiasi terhadap hak kekayaan intelektual ini masih tergolong rendah, dan masih ada yang menganggap jika IKM tidak membutuhkan HKI.

Padahal, kenyataannya HKI sangat berguna untuk melindungi para pelaku IKM ini dari kemungkinan penyalahgunaan produk serupa oleh pihak lain yang tidak bertanggung jawab.

Saat ini, sudah banyak produk IKM yang sudah terkenal dan beredar luas di pasaran, namun mereka bisa jadi belum memiliki HKI, dalam hal ini mendaftarkan merek pada produknya, sehingga sangat rawan sekali apabila ada pihak lain atau pesaing yang akan memanfaatkan celah tersebut.

Hal ini disebabkan banyak faktor, salah satunya kurang informasi dan ketidaktahuan mereka akan pentingnya dan bagaimana cara mendaftarkan merek mereka.

Bagi yang sering menonton televisi acara entertaintment atau update berita di internet, mungkin pernah mendengar kasus tentang adanya sengketa merek dagang yang dialami oleh salah satu pengusaha lokal dan artis nasional.

Keduanya mengklaim sebagai pemilik usaha dengan nama atau merek dagang tertentu yang ternyata keduanya memilki jenis usaha yang sama di bidang kuliner.

Baca Juga: 2 Warga Terkena DBD, Bhabinkamtibmas di Pemalang Terjun Ikut Fooging Permukiman Warga

Sengketa merek juga tidak hanya dapat terjadi di antara pengusaha lokal saja, bahkan beberapa tahun lalu juga pernah terjadi sengketa merek yang melibatkan antara perusahaan dari luar negeri dengan pengusaha dari Indonesia, dimana pada sengketa tersebut terdapat kesamaan nama.

Kita tentu tidak ingin jika usaha branding yang telah kita lakukan selama ini, menjadi sia-sia karena merek kita diambil alih oleh pihak lain.

Merek merupakan aset yang sangat penting dalam dunia bisnis, sehingga diperlukan perlindungan khusus bagi merek yang dimiliki, bahkan merek juga bisa menjadi aset yang lebih tinggi nilainya daripada aset lain yang dimiliki oleh perusahaan.

Contoh, suatu waralaba (franchise) yang bisa menjadi sangat tinggi nilainya, karena yang menjadi pondasinya adalah perlindungan merek atau brand bisnisnya.
 
Kenapa IKM harus mendaftarkan mereknya? Merek merupakan ciri khas (pembeda) antara produk satu dengan produk lain.

Halaman:

Editor: Dwi ariadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Game The Lucky Miner Penghasil Uang dari Menambang

Rabu, 11 Januari 2023 | 20:58 WIB

Candra Birawa (Pandemi) Bisa Dikalahkan!

Senin, 5 Juli 2021 | 16:44 WIB
X