Waspada Terhadap Jamu yang Dikenal Tokcer

  Minggu, 20 Januari 2019   Dwi Ariadi
Anggota Komisi IX DPR-RI, Dewi Aryani memberikan pengarahan dalam acara sosialisasi Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) ''Memilih Obat Tradisional yang Aman''di Hotel Grand Dian Slawi, Kabupaten Tegal, Minggu (20/1/2019). (Dwi Ariadi/Ayotegal.com)

SLAWI, AYOTEGAL.COM--Anggota Komisi IX DPR-RI, Dewi Aryani menegaskan dirinya akan terus melakukan langkah-langkah untuk melindungi kesehatan masyarakat, terutama mengkonsumsi obat-obatan dan makanan serta minuman.

"Salah satunya soal konsumsi jamu yang sudah mentradisi. Padahal, untuk mengkonsumsi jamu sesuai dengan ketentuan BPOM, perlu hati-hati," kata Dewi Aryani dalam sosialisasi Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) Memilih Obat Tradisional yang Amandi Hotel Grand Dian Slawi, Kabupaten Tegal, Minggu (20/1/2019).

Menurut Dewi, edukasi kepada masyarakat perlu dilakukan karena jangan sampai tujuan mengkonsumsi jamu itu agar sehat malah menimbulkan penyakit baru. "Termasuk juga makanan dan minuman. Kami akan melakukan sosialisasi tidak hanya masyarakat tapi juga produsen," ujarnya.

AYO BACA : Pemkab Tegal Siap Sukseskan Ngapak Jazz

Di Kabupaten Tegal, lanjut Dewi, memang perlu dilakukan sosialisasi termasuk langkah pengawasan karena banyak home industri pengolahan makanan dan minuman.

Sementara itu, Kepala BBPOM Semarang Safriansyah mengingatkan, masyarakat untuk hati-hati dalam mengkonsumsi jamu. Pasalnya, tidak semua produsen jamu itu menggunakan bahan-bahan alami sebagai dasar pembuatan jamu itu sendiri.

AYO BACA : Mengenal Sosok Dalim, Aktor Tegal yang Dikenal di Kancah Nasional

"Ada produsen nakal mencampur bahan alami menggunakan zat kimia. Dengan alasan cepat membawa khasiat menyembukan. Justru kalau yang dibilang masyarakat tokcer berkhasiat menyembuhkan itu perlu diwaspadai," jelasnya.

Dijelaskan, ketika jamu itu dicampur dengan zat kimia yang tidak jelas ukuran dosisnya akan bisa mengakibatkan penyakit gagal ginjal. "Ini yang terkadang kurang disadari masyarakat. Jamu itu bukan menyembuhkan namun menambah daya tahan tubuh karena terbuat dari bahan alami," tandasnya.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk tetap hati-hati, teliti sebelum mengkonsumsi jamu. "Bila meragukan bisa dilaporkan ke BBPOM atau konsumsi jamu yang sudah jelas izin edarnya," katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, Hendadi mengharap masyarakat untuk tetap berperilaku hidup sehat. Terkait dengan pengobatan alami, pihak Pemkab Tegal sudah menyiapkan Wisata Kesehatan Jamu (WKJ) di Kalibakung. "Bahkan, kami akan membikin kafe jamu. Jadi tidak sekadar kopi saja," ujarnya.

AYO BACA : Warteg Literasi, Warung Baca 24 Jam

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar