Tawuran Pelajar Makan Korban, Umi Azizah Akan Panggil Semua Kasek

  Jumat, 01 Februari 2019   Dwi Ariadi
Bupati Tegal Umi Azizah menemui pelajar yang menjadi tersangka kasus tawuran yang memakan korban di Mapolres Tegal. (Dwi Hariadi/ayotegal)

SLAWI, AYOTEGAL.COM--Bupati Tegal Umi Azizah mendatangi Mapolres Tegal, Kamis (31/1/2019) untuk menemui dua tersangka pelaku pengeroyokan yang mengakibatkan korban tewas, Dimas Nur Afandi (16) siswa kelas 10 SMK Peristek Pangkah. Kedua pelaku, TBS (16) dan DP (15) menangis di pelukan orang nomor satu di Kabupaten Tegal ini.

Sebelum ke Mapolres, Umi sempat kunjungi rumah orang tua korban di Desa Lebeteng, Kecamatan Tarub. Insiden pengeroyokan ini menyita perhatian Umi karena baik korban maupun pelakunya masih di bawah umur dan berstatus sebagai pelajar, kecuali DP yang putus sekolah saat masih duduk di bangku SMP.

Umi menyesalkan tindakan kedua pelaku dan teman-temannya yang tega menghabisi nyawa orang lain.

"Inilah pentingnya keluarga, pentingnya pengawasan orang tua agar anak-anaknya tidak salah gaul", katanya. 

Umi mengungkapkan, empat dari sembilan pelaku pengeroyokan, berasal dari keluarga broken home. "Termasuk salah satu dari dua orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, bahkan yang satunya bapaknya mengalami gangguan jiwa", imbuhnya.

Menyikapi kejadian ini, Umi berencana memanggil Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal untuk difasilitasi pertemuan dengan seluruh Kepala Sekolah SMA/SMK/MA, termasuk SMP/MTS.

"Karena kewenangan SMA sekarang bukan lagi di saya jadi harus ada yang memfasilitasi", kata Umi.

Menurut Umi, lingkungan pergaulan anak sekarang cepat berubah. Oleh karenanya peran guru selain menumbuhkan karakter baik, juga harus peka membaca situasi.

"Bangun komunikasi dan hubungan harmonis dengan para orang tua, karena pendidikan adalah tanggungjawab bersama", terang Umi. Peran pengawasan, tegas Umi, tidak hanya di sekolah, tapi lebih banyak di luar sekolah.

Belajar dari kasus ini, menurut dia, siswa yang perilakunya tampak baik-baik saja di sekolah, namun berubah menjadi beringas saat di luar sekolah, terutama saat berkelompok.

"Untuk itu saya mengajak semua warga, jika ada indikasi anak sekolah atau sekumpulan remaja yang mengarah pada tindak kriminal seperti tawuran, segera laporkan ke Polsek terdekat", kata Umi.

Sementara itu, Kapolres Tegal, AKBP Dwi Agus Prianto mengatakan, pihaknya akan bekerja sama dengan Kodim 0712/Tegal untuk mengadakan Safari Pendidikan Karakter di sejumlah sekolah di Kabupaten Tegal.

“Kegiatan tersebut bertujuan mendidik kedisiplinan dan menumbuhkan karakter kepribadian anak yang baik, sesuai dengan norma sosial dan norma agama. Harus ada ketakwaan pada Tuhan Yang Maha Esa di diri anak,” terangnya.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar