Rawan Banjir, Situs Purbakala Semedo Perlu Penghijauan

  Jumat, 08 Februari 2019   Dwi Ariadi
Bupati Tegal Umi Azizah didampingi Camat Kedungbanteng Imam Masykur memberikan bantuan beras untuk warga Desa Semedo yang jadi korban banjir, Jumat (8/2/2019). (Dwi Ariadi/ayotegal.com)

KEDUNGBANTENG, AYOTEGAL.COM -- Kawasan situs purbakala Semedo di Desa Semedo, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal, dalam beberapa hari terakhir ini sering terkena banjir. Bupati Tegal Umi Azizah yang datang ke lokasi, pada Jumat (8/2/2019), menghimbau warga untuk kembali menanam pohon di area perbukitan Semedo.

“Ayo kita bergotong-royong, saling bekerja sama untuk menata kembali Semedo. Tanam kembali hutan yang gundul, jangan sampai peristiwa banjir bandang ini terjadi lagi,” kata Umi yang membawa bantuan beras untuk korban banjir, di Balai Desa Semedo.

Menurut dia, tak lama lagi Semedo akan menjadi tujuan wisata karena museum purbakala yang sama seperti yang ada di Sangiran, Sragen, akan segera difungsikan. Untuk itu, Umi mengajak kepala desa serta masyarakat Semedo untuk memelihara wilayah itu.

Ia berharap, dengan adanya pemeliharaan yang baik, para wisatawan yang datang berkujung ke Semedo bisa merasa nyaman. “Tanami bunga-bunga yang indah di pinggir jalan. Koordinasikan dengan kades setempat dan sesuaikan dengan anggaran desa,” ujar Umi.

Di tempat yang sama, Camat Kedungbanteng, Imam Maskur, mengatakan bencana banjir di Semedo bisa dijadikan pelajaran dan dapat diambil hikmahnya. “Mudah-mudahan kita sadar pada lingkungan sekitar. Jangan hanya menunggu perintah kades, camat, atau bupati. Sekiranya ada selokan yang macet, tolong untuk dibersihkan, supaya air tidak meluap dan banjir,” kata Maskur.

Kades Semedo, Fatchul Qori, mengungkapkan sebanyak 260 rumah terendam dalam banjir bandang pertama yang terjadi di Semedo. Banjir susulan di hari berikutnya kemudian merendam 75 rumah.

Dari keseluruhan bantuan yang ada, masing-masing orang mendapatkan 2 kilogram beras, 29 bungkus mie instan, dan peralatan mandi. “Selain bantuan beras dari Dinas Pertanian dan Bulog, ada bantuan lain, berupa nasi ponggol yang dikirim setiap hari dari Tim Gerak Cepat Dinkes Kabupaten Tegal,'' kata Fatchul.
 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar