Wali Kota dan Tokoh Agama Serukan Persatuan pada Perayaan Imlek 2570

  Minggu, 10 Februari 2019   Lilisnawati
Wali Kota Tegal bersama Makin Tegal dan Beberapa Tokoh Agama dalam Perayaan Tahun Baru Imlek 2570 Kongzili, Sabtu (9/2/2019).

TEGAL TIMUR, AYOTEGAL.COM—Ada yang berbeda pada Perayaan Tahun Baru Imlek 2570 Kongzili yang digelar Majelis Agama Khonghucu Indonesia atau Makin Tegal, di Shangri-La Sand, Sabtu (9/2/2019). Dalam perayaan tersebut, Makin Tegal menghadirkan tokoh dari lintas agama.

Bukan hanya itu, Makin Tegal juga menghadirkan 100 orang paduan suara yang terdiri atas beragam agama di wilayah Kota Tegal. 

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Tegal M. Nursholeh yang turut hadir bersama beberapa tokoh Agama menyerukan pentingya menjaga persatuan bangsa.

Dia mengingatkan pentingnya menjaga persatuan bangsa di tengah hiruk pikuk kampanye pemilihan presiden dan legislatif.

Ia menyampaikan, tema yang diangkat dalam perayaan Imlek sesuai dengaan kondisi saat ini, yakni dalam waktu dekat Bangsa Indonesia akan menyelenggarakan pemilihan umum, dan dukung-mendukung kontestan begitu ramai.

Dirinya berharap proses kampanye dan pemilu 2019 bisa berjalan dalam suasana aman dan harmonis, tidak ada hujatan dan membuka aib orang lain di depan umum atau melalui media sosial.

Ia mendorong agar demokrasi dilakukan dengan saling menghormati.

Sementara itu, Uskup Gereja Katolik dari Purwokerto yang sengaja diundang dalam acara tersebut, Mgr. Christophorus Tri Harsono menyampaikan, bangsa Indonesia terdiri atas beragam agama dan etnis. Menurutnya, hal itu merupakan anugerah dari Tuhan.

Menurut Crhistophorus, semua makhluk adalah ciptaan Tuhan yang sama, punya hak dan kewajiban yang sama terhadap bangsa dan negara bahkan dunia. Jadi, lanjutnya, sudah seharusnya setiap orang bertanggung jawab merawat persatuan dan kesatuan bangsa.

Senada dengan Crhistophorus, Ketua Majelis Ulama Indonesia KH. Abuchaer Annur menyampaikan, keanekaragaman budaya, suku, agama, dan adat istiadat merupakan kekayaan bangsa. Menurutnya, menjaga persatuan merupakan kewajiban semua warga negara.

Ketua Makin Kota Tegal Lie Ing Lyong mengaku sengaja mengundang seluruh tokoh lintas agama dalam perayaan Imlek 2570 ini, untuk menunjukkan bahwa warga Konghucu, dan Tionghoa umumnya, hidup berdampingan dan rukun dengan semua pemeluk agama di Indonesia.

Gyong Gyong berharap, tahun baru Imlek 2570 bisa menjadikan momentum untuk hidup lurus dan bisa melatih diri agar menjadi orang sabar, “Baik itu penting, namun lebih penting lagi menjadi orang baik,” tutur Gyong Gyong.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar