Marak Pinjaman Online Abal-abal, OJK Tegal Siap Mengedukasi Masyarakat

  Jumat, 22 Februari 2019   Lilisnawati
Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tegal menggelar Sekolah Pasar Modal (SPM). (Lilisnawati/ayotegal.com).

AYO BACA : Tingkatkan Literasi Pasar Modal, OJK Gelar Sekolah Pasar Modal

AYO BACA : Waspadai, Uang Palsu Mulai Beredar di Tegal

TEGAL SELATAN, AYOTEGAL -- Menanggapi maraknya kasus pinjaman online yang sering terjadi belakangan ini, kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tegal mengimbau masyarakat untuk tidak mudah tergiur. Kepala kantor OJK Tegal, Ludy Arlianto, mengatakan di Tegal sendiri belum ada laporan permasalahan terkait pinjaman online

Sebagai tindakan antisipasi, kata Ludy, OJK Tegal akan bekerja sama dengan fintech untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak terjerat dengan pinjaman online.

"Apabila masyarakat hendak melakukan pinjaman online, dipastikan terlebih dahulu sudah terdaftar di OJK melalui website resmi kami, sehingga semisal mengalami permasalahan OJK bisa melindungi. Di situ selain ada daftar nama fintech juga ada daftar suku bunga yang ditawarkan," jelas Ludy, Jumat (22/2/2019).

Sementara Deputi Komisioner Pengawas Perbankan IV OJK, Teguh Supangkat, menyebutkan sampai dengan Februari ini ada sekitar 230 fintech ilegal yang sudah berhasil dicabut oleh satuan tugas (satgas) OJK. 

"Sementara fintech yang legal ada 99, semuanya ada di website kami," tutur Teguh saat menghadiri Economi Outlook 2019 Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (Forkinka) Eks Karesidenan belum lama ini.   

AYO BACA : Tegal Berpeluang Sumbang Pertumbuhan Ekonomi di Jateng

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar