Mengenal Menara Waterleideng di Tegal yang Sudah Ada Sejak 1931

  Senin, 15 April 2019   Lilisnawati
Menara Air PDAM atau Menara Waterleideng. (Lilisnawati/Ayotegal.com)

TEGAL TIMUR, AYOTEGAL.COM—Kota Tegal tak bisa dilepaskan dari sejarah dan peninggalan-peninggalan zaman kolonial. Terdapat begitu banyak bangunan dan peninggalan Belanda yang hingga kini masih berdiri kokoh di Kota Tegal, salah satunya bangunan menara air PDAM atau Waterleideng Tegal.

Berdasarkan buku Profil Bangunan Cagar Budaya Kota Tegal, bangunan tersebut berdiri sejak tahun 1931. Berdiri tegak menjulang ke langit, bangunan ini menyerupai menara Pisa dan tepat di atas pintu menara ini tertulis Anno 1931.

Bangunan ini menjadi bukti infrastruktur Kotapraja Tegal yang dikenal sebagai gementee Tegal dalam menyediakan suplai air bersih bagi masyarakat Kota Tegal saat itu. Dibangun oleh Tower Waterleideng beedrif of Province Midden Java sebagai implementasi pelaksanaan politik etis dirancang tahun 1917.

Struktur menara ini mempunyai keunikan dan memiliki ketinggian 30 meter, luas bangunan 95 meter, dan luas tanah mencapai 4.058 meter. Sementara itu, panjang bangunan berdiameter 11 meter dan lebar bangunan berdiameter 11 meter.

Pada masa pendudukan Jepang tahun 1942 sampai dengan 1945 bangunan ini berfungsi sebagai menara air bersih tetap dengan nama Suwindo yang artinya pipa air.

Setelah kemerdekaan, bangunan ini menjadi bagian dari perusahaan Saluran Air Minum (SAM) hingga tahun 1975 berganti menjadi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Pada era 1960-an sirine Water Toren Tegal dijadikan sebagai tetenger atau tanda berbuka puasa dan tanda imsak pada Ramadan, masyarakat pun mengenalinya sebagai lenger waterleideng.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar