Nyong Festival Jadi Ikon Baru Pertunjukan Seni Tegalan

  Jumat, 03 Mei 2019   Dwi Ariadi
Dewan Pembina DKKT Teguh Herdi Sancoyo memberikan penghargaan kepada Dwi Ariadi dari Ayotegal.com, Kamis (2/4/2019). (Istimewa)

SLAWI, AYOTEGAL.COM -- Rangkaian kegiatan ''Nyong Festival'' yang digelar oleh Dewan Kesenian Kabupaten Tegal (DKKT) bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menjadi ikon baru dalam pertunjukan seni Tegalan. Kegiatan yang pertama kali digelar ini bisa menjadi agenda rutin, tidak sekadar pada momen Hari Jadi Kabupaten Tegal saja, namun juga kegiatan lain. 

Hal itu disampaikan Pembina DKKT Teguh Herdi Sancoyo saat pemberian penghargaan pada peserta lomba di halaman Gedung DKKT, Kamis (2/5/2019) malam. 

Menurut Teguh Herdi, gaung Nyong Festival memantik para seniman untuk berkiprah menunjukkan karya-karyanya.

''Tidak hanya para seniman saja, namun para pelajar dan masyarakat umum ikut ambil bagian memeriahkan kegiatan Nyong Festival,''katanya. 

Teguh Herdi berharap, Nyong Festival mampu membangkitkan sekaligus menumbuhkan potensi seni khas Tegal sebagai kearifan lokal sehingga masyarakat Tegal tidak terasing dengan seni dan budayanya sendiri.

Ia mengapresiasi seni pertunjukan yang sukses, seperti Slawi 12 Jam Menari yang diprakarsai oleh Wahyu Nugroho Widi, lomba seni dolanan tradisional, lomba fotografi potensi tegalan, seni tari, dan masih banyak lagi jenis kesenian yang dilombakan. 

Sementara itu, Ketua DKKT Imam Joend mengatakan, pihaknya akan terus berusaha bersama-sama dengan para seniman dan budayawan menghadirkan konsep-konsep seni dan budaya Tegalan.

''Masih banyak yang bisa digali, terutama seni tradisi yang masih di tengah masyarakat. Kami berharap peran aktif dari para seniman yang tak kenal lelah untuk menyajikan seni yang berkualitas dengan karakter lokal Tegal,'' ujarnya. 

Dalam kesempatan itu, pihaknya memberikan penghargaan kepada para nomine dan pemenang lomba fotografi dan relasi media. Juara pertama untuk lomba foto, ''Melorod Batik Tegalan'' karya Nur Anisa, juara dua ''Seni Anyam Bambu'' karya Astrid Vanesha, dan juara tiga ''Dodol Cepot'' karya Qutrotunnada.

Dalam kesempatan itu, Nyong Festival memberikan penghargaan kepada Ayotegal.com sebagai relasi media yang diwakili oleh Dwi Ariadi.

''Dalam menyosialisasikan kepada masyarakat, kami berterima kasih kepada Ayotegal yang sejak awal membantu kami dalam publikasi kepada masyarakat, sehingga Nyong Festival mendapat respons yang baik dari masyarakat,'' ujar Imam Joend.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar