Kisah Pahit Pedagang Oleh-oleh Telur Asin di Pantura Tegal

  Selasa, 21 Mei 2019   Lilisnawati
Karyawan toko oleh-oleh telur asin Sakinah sedang melayani pembeli. (Lilisnawati/Ayotegal.com)

MARGADANA, AYOTEGAL.COM--Adanya Tol Trans Jawa, pedagang oleh-oleh telur asin di Pantura Kota Tegal mengeluhkan penurunan omzet penjualan saat arus mudik dan arus balik Lebaran.

Banyak diantara mereka yang memilih menutup bisnis oleh-olehnya dan ada juga yang masih bertahan.

AYO BACA : Pencari Kerja Dituntut jadi Wirausaha Baru

Salah satunya, Ulfiatun Sakinah, pemilik oleh-oleh telur asin Sakinah yang memilih bertahan meski omzet penjualan turun akibat adanya tol Trans Jawa.

Menurutnya, setelah adanya tol, saat musim mudik Lebaran hanya bisa menjual 1.000-1.200 butir telur asin per hari. Sedangkan sebelum adanya tol, ia mampu menjual 1.500-an butir telur dalam sehari. 

AYO BACA : Brebes Paling Inovatif untuk Pengembangan Wisata

Dampak adanya tol memang sangat dirasakan Sakinah dan pedagang oleh-oleh lainnya.

"Sudah banyak yang gulung tikar, mereka yang masih bertahan karena menempati tanahnya sendiri atau di depan rumah sendiri," ujarnya saat ditemui di rumahnya di Jalan Cipto Mangunkusumo, Margadana, Kota Tegal.

Kios oleh-oleh yang berada persis dipinggir Jalan Pantura Kota Tegal, menyediakan tiga varian telur asin yakni telur asin rebus, bakar dan pindang. Untuk satu butir telur asin rebus dijual dengan harga Rp3.600, telur bakar dan juga telur pindang dijual Rp4.000/butir.

"Saya sih tetap optimis, karena udah punya langganan sendiri. Saya bertahan juga karena kualitas telur yang saya jual yang dipasok dari Brebes," katanya.

AYO BACA : Pelaku Bisnis Berkeluh Kesah, Izin PIRT Sulit Diperoleh

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar