Tanggapi Save Gunung Slamet, Sekda Tegal: Belum Ada Info Resmi PLTPB

  Senin, 10 Juni 2019   Dwi Ariadi
Kelompok pecinta lingkungan Brayan menggelar konser musik menolak PLTPB di Watu Lawang, Bumijawa, Minggu lalu. (Dwi Ariadi/Ayotegal.com)

SLAWI, AYOTEGAL.COM--Kerisauan pecinta lingkungan soal Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) di Gunung Slamet mendapat tanggapan dari Sekda Kabupaten Tegal, Widodo Joko Mulyono, Senin (10/6/2019).

Kepada Ayotegal.com, Sekda Joko menegaskan, pihaknya hingga sekarang belum ada pemberitahuan resmi soal PLTPB.

\"Kalau Pembangkit Listrik Tenaga Bayu atau angin (PLTB) memang ya. Rencananya akan dibangun di wilayah Kecamatan Margasari,\" jelasnya.

AYO BACA : Margasari Dilirik Jadi Lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Angin

Karena itu, dia belum bisa berbicara banyak soal PLTPB. \"Beberapa tahun dulu memang sempat ada penolakan dari masyarakat. Namun, hingga sekarang belum ada perkembangan maupun informasi apapun,\" tegasnya.

Penjelasan tersebut untuk menanggapi kegiatan Komunitas pecinta lingkungan yang tergabung dalam Barisan Rakyat Peduli Lingkungan (Brayan) yang menolak PLTPB dengan menggelar pentas seni di objek wisata Watu Lawang, Bumijawa, Kabupaten Tegak, Minggu (9/6/2019) lalu. Mereka menyuarakan 'Save Gunung Slamet' dengan menolak PLTB di wilayah Gunung Slamet.

Sugiyanto, salah satu anggota Brayan mengatakan, gerakan pecinta lingkungan ini berasal dari Tegal, Brebes, Pemalang, Purbalingga dan Banyumas.

AYO BACA : Komunitas Brayan Suarakan Save Gunung Slamet di Watu Lawang

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar