Tingkat Rentenir di Pantura Masih Tinggi, Ini Langkah OJK Tegal

  Jumat, 21 Juni 2019   Lilisnawati
Halalbihalal OJK dengan Wali Kota Tegal dan Forum Komunikasi Industri Keuangan (Forkinka) Pekalongan, di Kantor OJK Tegal, Jumat (22/6/2019).

TEGAL BARAT, AYOTEGAL.COM—Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tegal menyebut tingkat penyebaran rentenir di Pantura masih tinggi.

"Ada informasi di wilayah Pantura rentenir masih besar. Seperti di kota Tegal, Pekalongan dan Kabupaten Brebes," ujar Kepala OJK Tegal Ludy Arlianto saat halalbihalal dengan Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono dan Forum Komunikasi Industri Keuangan (Forkinka) Pekalongan, di Kantor OJK Tegal, Jumat (22/6/2019).

Bahkan, kata Ludy, BPR mengaku kesulitan distribusikan kredit, sebab masyarakat lebih memilih mengajukan pinjaman ke rentenir karena proses yang lebih gampang. 

"Meski berbunga tinggi, masyarakat masih cenderung lebih meminjam uang ke rentenir ketimbang bank. Khususunya masyarakat menengah bawah, seperti para pedagang di pasar tradisional," ujarnya.

Menyikapi itu, OJK Tegal mempunyai upaya memerangi rentenir salah satunya yakni dengan mendorong Badan Perkreditan Rakyat (BPR) memudahkan syarat pengajuan kredit nasabah.

AYO BACA : Tingkatkan Literasi Pasar Modal, OJK Gelar Sekolah Pasar Modal

"Misalnya BPR bisa memudahkan syarat pengajuan kredit para pedagang. Seperti yang dilakukan salah satu BPR di Pasar Bligo Pekalongan," ucapnya.

Menurutnya, di Pasar Bligo ada BPR yang memberikan kredit kepada pedagang dengan cepat dan mudah seperti sistem di rentenir. 

"Jadi, pedagang ada yang pinjam dan bisa bayar harian. Mudah-mudahan itu bisa saya diterapkan di Kota Tegal," katanya.

Sebab, lanjut Ludy, sistem yang memberi kemudahan itu bisa dimulai dengan menyasar pedagang pasar yang memang penggunaan dananya bisa produktif.

"Ini juga sebagai upaya menghilangkan stigma masyarakat yang malas pergi ke bank. Yang penting program ini harus didukung Pemda, BPR, dan masyarakat itu sendiri seperti misalnya asosiasi di pedagang pasar," terangkan.

Disamping itu, upaya OJK memerangi rentenir yang sedang gencar dilakukan, bukan hanya di internal OJK, namun juga menggandeng stakeholder terkait, termasuk Pemerintah Daerah.

AYO BACA : Marak Pinjaman Online Abal-abal, OJK Tegal Siap Mengedukasi Masyarakat

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar