Berkas Kasus Dugaan Korupsi Mantan Sekda Kota Tegal Dinyatakan P21

  Selasa, 25 Juni 2019   Lilisnawati
Salah satu staf Pidsus Kejari Tegal menunjukan berkas perkara Mantan Sekda Kota Tegal

TEGAL BARAT, AYOTEGAL.COM- Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tegal akhirnya menyatakan berkas kasus bokong semar yang menyeret mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tegal, EP dinyatakan P21 (lengkap).

Hal itu diungkapkan Seksi Pidana Khusus Kejari Kota Tegal, Roni SH didampingi jaksa penuntut umum, Rizky Fani SH, Selasa (25/6/2019).

Perlu diketahui Kasus Bokong Semar, banyak menyeret pejabat dan swasta (pengusaha) masuk ke jeruji besi karena korupsi diantaranya mantan Wali Kota Tegal Ikmal Jaya, mantan pejabat Tapem Hartoto, Syaeful Jamil dan Rudianto (pengusaha). Kini akan menyeret lagi mantan sekda EP.  

Dikatakan Roni, berkas dinyatakan P21setelah tim penyidik Polres Tegal Kota mengirimkan berkas kepada Kejari Kota Tegal pekan lalu. 

"Setelah dikoreksi ternyata berkas sudah lengkap secara formil dan materiil maka kami nyatakan P21. Selanjutnya, nanti penyidik kepolisian menindaklanjuti dengan pelimpahan tersangka dan barang bukti (bb) kepada kejaksaan yang masuk dalam tahap II," jelasnya.

Sementara soal apakah EP akan ditahan, tim Pidsus belum bisa menjawab. Sebab, berdasarkan pasal 21 KUHAP, penahanan tersangka juga merupakan hak penyidik, penuntut umum dan pengadilan. Demikian juga tersangka yang juga memiliki hak. 

Adapun secara materiil perbuatan tersangka EP itu sudah terpenuhi sesuai dengan delik yang disangkakan. Dan memenuhi alat bukti sesuai dengan alat bukti yang diatur dalam pasal 184 KUHAP. 

"Oleh penyidik EP dikenakan pasal 2 Undang- undang Tipikor Junto pasal 55 KUHAP ke satu primer. Untuk Subsider pasal 3 UU Tipikor junto pasal 55 KUHAP atau kedua pasal 11 UU Tipikor," jelasnya. 

Dalam pasal 11, EP diduga menerima uang suap sekitar Rp 75 juta dari pihak ketiga, yang diketahui juga divonis oleh Pengadilan Tipikor Semarang.

"Maka atas perbuatannya EP diancam minimal empat tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara serta denda Rp 50 juta," pungkasnya.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar