Kelurahan di Kota Tegal Darurat Pegawai

  Selasa, 25 Juni 2019   Lilisnawati
Wali Kota Tegal, meninjau kelurahan Kaligangsa, Kecamatan Margadana, Selasa (25/6/2019). (Lilisnawati/ayotegal).

MARGADANA,AYOTEGAL.COM--Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono prihatin dengan miminya pegawai di tiap kelurahan. Jelas saja di prihatin, karena struktur organisasi di kelurahan harus utuh untuk bisa memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

"Tadi saya lihat di dua kelurahan saja tidak ada Seklur dan Kasi-nya. Namun kelengkapan pegawai sudah harus standarisasi secara nasional bahwa struktur kepegawaian harus terisi," katanya saat meninjau sejumlah kelurahan di Kecamatan Margadana, Selasa (25/6/2019).

Menurutnya, sesuai standar operasional (SOP), struktur organisasi perangkat di kelurahan semuanya harus terisi. Mulai dari Lurah, Seklur, dua Kasi dengan masing-masing anggota staf, serta pranata komputer. 

Melihat kondisi tersebut, dia bersama BKPPD akan berkoordinasi supaya kosong pegawai kelurahan bisa segera diisi. Sebab, itu salah satu penunjang pelayanan yang harus dipenuhi.

Sementara itu Lurah Kaligangsa, Djaenudin menyatakan, dari 27 kelurahan yang ada di Kota Tegal, hampir semuanya kekurangan pegawai.

Jumlah pegawai saat ini, kata Djaenudin, rata-rata hanya sekitar 4-6 orang termasuk Lurah dari jumlah idealnya mencapai 11 orang. Jumlah itu tidak termasuk sekretaris kelurahan (Seklur), pranata komputer, dan tenaga ahli lainnya di bidang pelayanan.

Dengan adanya kekurangan tersebut, meski tidak mengganggu pelayanan, ia mengaku kerap lembur bersama staf nya untuk bisa menyelesaikan tugas. 

Ia bersama Lurah yang lainnya juga sudah berkali-kali melaporkannya kepada BKPPD Kota Tegal.

Ke depan Djaenudin bersama para lurah berharap setelah berakhirnya masa moratorium pengangkatan ASN, Pemkot bisa mengusulkan formasi CASN ke Kemendagri agar bisa ditempatkan hingga ke tingkat kelurahan.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar