Seru, Uji Andrenalin Mendaki Bukit Rangkok Pagerwangi

  Selasa, 25 Juni 2019   Dwi Ariadi
Sejumlah pengunjung mendaki Bukit Rangkok Desa Pagerwangi, Kecamatan Balapulang yang kini menjadi destinasi wisata baru. (Dwi Ariadi/ayotegal)

BALAPULANG,AYOTEGAL.COM--Pengembangan wisata desa di Kabupaten Tegal terus menggeliat. Setelah Desa Cempaka, Kecamatan Bumijawa, dengan Pasar Slumpring-nya, Desa Luwijawa Kecamatan Jatinegara dengan konsep Pasar Sawah, kini giliran Desa Pagerwangi, Kecamatan Balapulang.

Wisata Desa Pagerwangi menawarkan sebuah destinasi petualangan alam, yakni pendakian Bukit Goa Rangkok atau dikenal dengan Via Ferrata Bukit Rangkok. Destinasi ini dirintis oleh pihak Desa yang bekerja sama dengan Hidora. 

Wakil Ketua Hidora, Bachtiar Djanan mengatakan, wisata petualangan Via ferrata di Bukit Rangkok berupa aktivitas mendaki dan memanjat Bukit Goa Rangkok.

Wisatawan bisa menjelajah tebing-tebing vertikal dan lima puncak bukit batu yang membentang dari sisi selatan sampai utara. Masing-masing bukit dan tebing memiliki variasi karakteristik medan dan sensasi yang berbeda,  dengan bonus sajian pemandangan yang sangat indah, terutama di senja hari.

Selain memanjat tangga besi, lanjut Bachtiar, terdapat varian jalur jembatan titian dari kabel baja, jembatan Burma (jembatan dengan pijakan kayu yang di kiri dan kanannya diikat kabel baja). Terdapat juga beberapa spot foto menarik, dan hammock (tempat tidur gantung) yang dipasang di bibir tebing. 
Jalur petualangan dimulai dari basecamp, mendaki jalan setapak ke puncak bukit paling selatan, memanjat tebing-tebing naik turun 5 bukit,  sampai kembali lagi ke basecamp,  dengan total panjang rute lebih dari 1 km,  yang bisa ditempuh dalam kisaran waktu  2 jam. 

"'Via ferrata Bukit Rangkok sebenarnya tidak terlalu sulit untuk dilakukan pengunjung dari berbagai usia, mulai anak-anak SD sampai orang tua, namun memang memiliki tingkat resiko yang tinggi bila dilakukan tanpa peralatan safety standar. Anak-anak dengan tinggi minimal satu meter,  dan pengunjung yang tidak berpenyakit jantung atau ayan,  bisa mengikuti aktivitas via ferrata ini," katanya.

Dijelaskan, teknik pemanjatan serta safety akan ada briefing sebelumnya, dan setiap kelompok tamu akan dipandu oleh guide. 

"Bagi orang-orang yang sudah terbiasa melakukan kegiatan petualangan di alam bebas, tetap ada medan-medan vertikal yang sangat menantang, namun semua tetap dapat ditempuh dengan aman, karena ditunjang dengan peralatan safety standar," ujarnya. 

Menurut Bactiar, via ferrata di Bukit Rangkok Desa Pagerwangi merupakan via ferrata pertama di Indonesia yg dikelola sepenuhnya oleh desa, melalui BumDes (Badan Usaha Milik Desa)  dan Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata), dengan permodalan dari dana desa. 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar