Desa Adiwerna Jadi Percontohan Wilayah Kerukunan Umat Beragama

  Kamis, 04 Juli 2019   Dwi Ariadi
Wakil Bupati Tegal Sabilillah Ardie saat membuka acara Dialog Kerukunan Antar Umat Beragama di Kantor Kecamatan Adiwerna, Kamis (4/7/2019).

ADIWERNA, AYOTEGAL.COM—Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) menetapkan wilayah Desa Adiwerna, Kecamatan Adiwerna, menjadi desa percontohan kerukunan umat beragama. Pasalnya, desa ini dihuni oleh penduduk dari enam agama, yakni Islam, Kristen, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Meskipun berbeda keyakinan, penduduknya hidup rukun dan damai tanpa timbul gejolak perselisihan.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Tegal Sabilillah Ardie saat membuka acara Dialog Kerukunan Antar Umat Beragama di Kantor Kecamatan Adiwerna, Kamis (4/7/2019). 

Ardie berharap kerukunan yang terdapat di Desa Adiwerna dapat diterapkan ke semua wilayah Kabupaten Tegal, tak terkecuali seluruh wilayah Indonesia.

"Dengan kerukunan ini, bisa tetap menjaga Indonesia rukun dan satu. Sebab kerukunan adalah mutiara yang harus dijaga. Indonesia akan gagah oleh warga yang beragam. Indonesia adalah kita yang takkan pecah walau dihantam berbagai arah," tutur Ardie.

Ardie yang sekaligus Pembina Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Tegal mengharapkan masyarakat selalu mengingat jasa para pahlawan.  

"Indonesia adalah Pancasila. Pancasila adalah dasar negara kita, yang memiliki semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Walaupun kita berbeda suku, budaya, agama dan kepercayaan tetapi tujuan kita sama. Mari bersama-sama menjaga kesatuan dan kerukunan di Indonesia, khususnya Kabupaten Tegal," tegasnya.

Wakapolres Tegal Kompol Ariyanto Salkery mengapresiasi kegiatan tersebut. Karena, menurut dia, melalui kegiatan tersebut membantu kepolisian menjaga kekondusifan wilayah hukum di Kabupaten Tegal.

"Ini adalah bukti kekompakan dan persaudaraan yang telah dibangun lama oleh leluhur kita," katanya.

Salah satu perwakilan dari umat Buddha, Sunarni, menyampaikan bahwa Indonesia mempunyai dasar Pancasila, yang hidup berdasarkan hasil cinta kasih sayang. Sifat tersebut harus dikembangkan dan amalkan.

"Cinta kasih berkembang menjadi kasih sayang, kasih sayang menjadi rasa simpati. Dengan hal inilah maka kita bisa mempersatukan diri di dalam lingkungan hidup kita. Semoga kita tetap berdampingan, rukun dan berbahagia," katanya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar