Sepanjang 2019 Disnakerin Terima 38 Aduan, PHK Mendominasi

  Jumat, 12 Juli 2019   Lilisnawati
Kabid Hubungan Industrial dan Perlindungan Tenaga Kerja Disnakerin Kota Tegal saat membaca data jumlah aduan masyarakat tahun 2019.

TEGAL BARAT, AYOTEGAL.COM—Sejak awal 2019 sampai dengan Juli 2019, Disnakerin Kota Tegal menerima sedikitnya 38 aduan dari masyarakat. Jumlah tersebut didominasi oleh pemutusan hubungan kerja (PHK).

Kepala Disnakerin Kota Tegal melalui Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Perlindungan Tenaga Kerja M Jaka Eka Syaifi mengatakan, dari jumlah tersebut 34 aduan sudah terselesaikan dan empat masih dalam proses. 

"Terselesaikan dalam arti antara pekerja dan perusahaan sudah melakukan perjanjian bersama, ada yang hanya kosultasi, ada yang diselesaikan lewat internal, ada yang mencabut aduan, dan selesai secara advis," katanya ditemui di ruang kerjanya, Jumat (12/7/2019).

AYO BACA : Hak Tak Dipenuhi, Puluhan Karyawan PT PSB Mengadu

Sedangkan yang masih berproses, kata Jaka, pihaknya masih mempelajari dokumen-dokumen perjanjian antara pekerja dengan perusahaan. 

"Karena banyak tahap, yaitu dari mempelajari berkas, memediasi sampai dengan kedua pihak menyatakan sepakat untuk melakukan perjanjian bersama baru dikatakan selesai," ujarnya.

Sementara menindaklanjuti adanya aduan karyawan PT PSB, Disnakerin Kota Tegal mengimbau kepada perusahaan supaya memberikan hak-hak karyawan sebagaimana yang sudah diatur dalam perjanjian kerja. 

AYO BACA : Keren, Wallpaper Kayu Unik Karya Penyandang Disabilitas Ini Dipamerkan di Jateng Fair

Hal tersebut guna meminimalisasi adanya permasalahan antara perusahaan dengan pekerjanya dan juga tidak mengganggu aktivitas kerja. 

"Untuk permasalahan karyawan PT PSB, kita sedang dalam tahap mempelajari dokumen antara perjanjian PT PSB dengan PLN, dan PT PSB dengan karyawan," tuturnya.

Setelah dipelajari, lanjut Jaka, pihaknya akan memanggil pihak yang diadukan atau perusahaan yang bersangkutan. 

"Kita konfirmasikan kebenarannya, setelah mendapat informasi dari dua pihak kita temukan keduanya. Kita lakukan mediasi, karena dinas sifatnya hanya memediasi," pungkasnya.

AYO BACA : Karyawan Mal Makan Nasi Tumpeng bersama Perwira Polres Tegal

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar