Toyota Akan Masuk Tegal, Umi: Slogan Tegal, Jepangnya Indonesia Kembali Bergema

  Sabtu, 20 Juli 2019   Dwi Ariadi
Bupati Tegal, Umi Azizah bersama rombongan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) di Rumah Dinas Bupati, Jumat (19/7/2019) sore. (Dwi Ariadi/ayotegal)

SLAWI, AYOTEGAL.COM --  Perusahaan otomotif Toyota akan mengembangkan industrinya di Kabupaten Tegal.

Hal itu terungkap dalam pertemuan antara Bupati Tegal, Umi Azizah dengan rombongan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) di Rumah Dinas Bupati,  Jumat (19/7/2019) sore. 

Untuk itu, Umi menyambut baik rombongan Kemnaker yang menyampaikan menjadi pilot project Pengembangan Ekosistem Industri dan SDM Tegal.

"Ini akan membawa dampak positif di Kabupaten Tegal, salah satunya adalah menurunkan angka pengangguran. Semoga slogan Tegal Jepangnya Indonesia akan bergema kembali dan dikenal oleh masyarakat luas," kata Umi.

Sementara itu, Staf Khusus Kemenaker, Maria Magdalena menjelaskan, sesuai arahan Presiden Joko Widodo, pembangunan sumber daya manusia (SDM) akan menjadi fokus utama di tahun 2019 ini. Maka, melalui program kerja sama Kemenaker dengan perusahaan mobil asal Jepang yaitu Toyota akan mengembangkan industri otomotif di Kabupaten Tegal.

Berdasarkan data, terdapat 7.000 lulusan SMK di Tegal yang tidak terserap kerja di tahun 2018.

Jika diproyeksikan secara kasar, proyek kerja sama ini dapat membangun kurang lebih 50 IKM logam dengan 50 tenaga operator dan 10 engineer per IKM berarti akan menyerap tenaga kerja sekitar 3.000. 

"Ini belum terhitung industri pendukungnya," jelas Magdalena.

Namun, lanjut Magdalena, untuk menjadi pekerja di Toyota, calon pekerja harus dilatih dan diberi kemampuan dengan mengikuti pelatihan di BLK.

"Dengan memanfaatkan Balai Latihan Kerja atau BLK yang sudah ada baik pusat maupun daerah dapat menjadi tempat untuk melatih calon tenaga kerja supaya mencetak SDM yang kompeten sesuai kebutuhan industri," katanya.

Dikatakan, menjadi tugas Pemkab Tegal untuk mempersiapkan orang-orang yang siap untuk dilatih dan dibimbing di BLK sesuai dengan persyaratan yang dibutuhkan. 

Menurut dia peran Pemda bersama-sama dengan pusat dapat melakukan sharing anggaran pelatihan untuk meng-upgrade infrastruktur pelatihan di BLK daerah.

Pihaknya juga siap untuk meluncurkan paket-paket pelatihan yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan Toyota.

Untuk persiapan SDM ini, Kemnaker juga menggandeng ATMI (Akademi Teknik Mesin Industri) untuk menjadi partner dalam menyiapkan SDM Tegal yang berkualitas.

“Di Kabupaten Tegal sendiri akan menjadi tempat pelatihan dan tumbuhnya IKM 'tool making' bagi Toyota," katanya.

Selain Kabupaten Tegal, Kemenaker juga berharap Toyota juga menggandeng BLK sebagai tempat pengembangan pusat Industri di tiga daerah lain, yakni, Klaten, Purbalingga dan Yogyakarta yang masing-masing mempunyai konsentrasinya tersendiri.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar