Suluk Bumi Santri, Merajut Kearifan Budaya Lokal di Pekalongan

  Minggu, 21 Juli 2019   Dwi Ariadi
Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) PCNU Kabupaten Pekalongan menggelar acara budaya ''Suluk Bumi Santri'' yang ke-11 bertempat di Pendopo Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, Sabtu (20/7/2019). (Dwi Ariadi/Ayotegal.com)

PEKALONGAN, AYOTEGAL.COM--Pengurus Cabang Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) PCNU Kabupaten Pekalongan menggelar acara budaya ''Suluk Bumi Santri'' yang ke-11 bertempat di Pendopo Kecamatan Siwalan, Kecamatan Siwalan Kabupaten Pekalongan, Sabtu (20/7/2019). Kegiatan kali ini mengambil tema silaturahmi sebagai budaya transfer knowledge.

Kegiatan menampilkan sholawatan simtud duror, seni tari panen pari, pencak silat dari dua perguruan yaitu Perguruan ASAD dan Setia Hati Teratai juga pembacaan tembang mocopat dari Yayasan Laras Manunggal. Dengan membawakan tembang ''rumekso ing wengi''yang hampir jarang didengarkan lagi.

Hadir dalam acara Suluk Bumi Santri Camat Kecamatan Siwalan, Kapolsek Kec Siwalan, Danramil Kecamatan Siwalan, Pengurus MWC NU Kecamatan Siwalan, Pengurus PCNU Kabupaten Pekalongan serta ratusan pengunjung dari warga NU, masyarakat dan kalangan santri di Kabupaten Pekalongan.

AYO BACA : Motif Batik untuk Pelajar NU Dirilis, Umi Azizah: Sarat Makna Filosofis

Ketua PC Lesbumi NU Kabupaten Pekalongan, Gus Eko Ahmadi mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk terus bersama menjaga dan melestarikan budaya yang ada di Kecamatan Siwalan khususnya dan Nusantara pada umumnya.

"Dengan Silaturahmi ini ada transfer pengetahuan (transfer knowledge), visi dan misi bersama diharapkan budaya dan seni yang ada di kecamatan Siwalan  bisa terus eksis dan berkembang," harapnya.

Selain itu, masyarakat dengan kearifan lokalnya bisa memiliki dan mempraktekkan prinsip hubbul wathon minal iman melalui ekspresi seni dan budaya," tandasnya.

AYO BACA : Desain Negara Kesejahteraan Versi Ketua ISNU Jateng

Camat Siwalan Sugino dalam sambutannya mengatakan, dirinya sangat mendukung dan mengapresiasi pergerakan Lesbumi dan meminta kepada seluruh jajaran Pemerintah, TNI, Polisi, dan masyarakat untuk bersinergi menjaga dan melestarikan Budaya yang ada di Kecamatan Siwalan.

"Suluk Bumi Santri ini akan terus digelar dan menjadi agenda tahunan, maka tahun depan akan lebih meriah dan semarak demi cinta kita semua terhadap desa masing masing," ujarnya.

Sementara Ketua MWC NU Kecamatan Siwalan, KH Fardani mengatakan Suluk Bumi Santri adalah wujud hidmah NU kepada negeri dengan merangkul semua pihak dan kalangan agar bisa merasakan manfaat NU secara faktual khususnya ekspresi seni dan budaya.

"NU memiliki cara pandang dan gerakan dakwah ala Walisongo yang dilanjutkan melalui gerakan Lesbumi ini," terangnya.

AYO BACA : Pelajar NU Ketanggungan Brebes Gelar Futsal

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar