Penghuni Rusun yang Diusir Dituntut Lunasi Tunggakan 50 Persen

  Jumat, 26 Juli 2019   Lilisnawati
Supendi saat menunjukkan rumahnya di Rusunawa Kraton, Jumat (26/7/2019).

TEGAL BARAT, AYOTEGAL.COM—Penghuni rusun yang diusir secara paksa oleh Disperkim Kota Tegal dituntut melunasi tunggakan minimal 50 persen dari jumlah tunggakan jika ingin tetap tinggal.

Hal itu diungkapkan Supendi, penghuni Blok A Rusunawa Kraton. Ia merupakan salah seorang penghuni rusun yang diusir secara paksa.

"Kami diberi batas waktu sampai dengan hari ini, Jumat (26/7/2019) malam, untuk membayar tunggakan minimal 50 persen," ungkap Pendi ditemui di Rusunawa Kraton, Jumat (26/7/2019).

Menurutnya, jika dirinya bersama Zaenal, penghuni Blok B, tidak membayarkan sejumlah yang disyaratkan maka harus mengosongkan tempat tersebut. 

"Saya hanya bisa membayar cicilan Rp500.000 sampai Rp800.000 per bulan, jadi kalau harus bayar setengah tunggakan maka saya gak mampu. Kalau harus keluar saya akan tetap di sini. Karena saya ga punya rumah," ujarnya. 

Ia sendiri menunggak bayar sewa rusun sebesar Rp6,5 juta. Sementara itu, keterlambatannya membayar karena biaya sewa digunakan untuk dirinya operasi ginjal. 

Ditambahkan Supendi, tindakan seperti itu menunjukkan pemerintah tidak adil dalam mengambil kebijakan. Sebab, rusun semestinya diperuntukan bagi warga masyarakat berpenghasilan rendah. 

"Kalau saya diusir, mereka yang dikategorikan mampu harus keluar dari rusun. Mereka punya motor bagus, mobil bagus, tapi kok jadi penghuni rusun," tegasnya. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar