Kisah Penghuni Rusunawa Kraton Harus Nunggak karena Operasi Ginjal

  Jumat, 26 Juli 2019   Lilisnawati
Tim eksekutor Disperkim Kota Tegal saat memgeluarkan barang milik penghuni rusun yang menunggak, Kamis (25/7/2019).

TEGAL BARAT, AYOTEGAL.COM—Kisah pahit dialami keluarga Supendi, penghuni Blok A Rusunawa Kraton, Kota Tegal, yang harus pasrah melihat seisi rumahnya dikeluarkan paksa oleh tim eksekutor Disperkim Kota Tegal, Kamis (25/7/2019). 

Hal itu karena ia menunggak sewa rusun yang ditempati bersama istri dan ketiga anaknya. 

Ditemui di rumahnya, Jumat (26/7/2019), ia mengaku tidak ada niatan sama sekali mangkir tidak membayar uang sewa rusun. 

"Dari awal yang nunggak, saya berusaha untuk membayar dengan cara mencicil karena memang keadaan keuangan sedang seret," katanya. 

Menurutnya, keterlambatan dalam membayar sewa karena uang yang seharusnya digunakan untuk membayar sewa rusun dialihkan untuk biaya operasi ginjalnya. 

AYO BACA : Penghuni Rusun yang Diusir Dituntut Lunasi Tunggakan 50 Persen

"Ginjal saya semakin parah, kerja sudah ga kuat jadi diputuskan untuk dioperasi saja. Dari situlah mulai nunggak bayar sewa," ucapnya. 

Sebelum operasi, ia mengaku bekerja sebagai tenaga honorer di Disperkim Kota Tegal dengan gaji Rp800.000 per bulan. 

Kemudian, setelah opersasi, ia menjadi penjual kardus yang penghasilkan semakin tidak tetap tiap bulannya. Ditambah lagi harus mencukupi istri dan ketiga anaknya yang masih duduk di bangku sekolah. 

"Anak saya tiga, sekolah di SMK, SMP, dan SD," katanya. 

Dari awal dirinya menempati Rusunawa yakni sekitar tahun 2015, menurutnya, tidak ada kendala dalam pembayaran uang sewa. 

"Awal saya masuk ke rusun tahun 2015 saya masih jadi sales, bayar sewa lancar, kemudian ginjal saya kambuh sehingga harus berhenti jadi sales," pungkasnya. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar