Jumadi Sebut Pengusiran Penghuni Rusun atas Temuan BPK

  Jumat, 26 Juli 2019   Lilisnawati
Wakil Wali Kota Tegal M. Jumadi saat dimintai keterangan, Jumat (26/7/2019). (Lilisnawati/Ayotegal.com)

TEGAL TIMUR, AYOTEGAL.COM--Menanggapi adanya dua penghuni Rusunawa di Kelurahan Kraton yang diusir paksa, Wakil Wali Kota Tegal M. Jumadi menyebut aksi yang dilakukan Disperkim Kota Tegal menindaklanjuti temuan dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK).

\"Saya kira Disperkim bertindak sudah sesuai prosedur. Tunggakan itu juga menjadi temuan BPK. Jadi mau ga mau kita harus action,\" ujarnya.

Menurutnya, apa yang dilakukan Disperkim menjadi contoh kepada penghuni yang lainnya supaya tidak menunggak dalam membayar sewa rusun.

AYO BACA : Penghuni Rusun yang Diusir Dituntut Lunasi Tunggakan 50 Persen

\"Rusun kan memang disediakan bagi masyarakat yang kurang mampu, tapi bagi mereka mempunyai penghasilan tetap. Jadi seharusnya taat membayar,\" katanya.

Ditambahkan Jumadi, eksekusi tersebut dilakukan tentu karena jumlah nominal yang belum dibayarkan cukup banyak.

Soal kesempatan kedua penghuni yang menunggak, menurut Jumadi itu bergantung sama yang bersangkutan, apakah sanggup melunasi atau tidak.

\"Karena semua warga Tegal berhak menempati rusun yang disediakan Pemkot Tegal. Dan saya denger dari Disperkim antrean rusun cukup banyak,\" ucapnya.

AYO BACA : Kisah Penghuni Rusunawa Kraton Harus Nunggak karena Operasi Ginjal

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar