Masih Jadi Momok, Masyarakat Diimbau Mandiri Olah Sampah

  Senin, 29 Juli 2019   Lilisnawati
Pemukulan Gong oleh Wakil Wali Kota Tegal di Peringatan Hari Longkungan Hidup Sedunia (Lilisnawati/Ayotegal.com)

AYO BACA : Takmir Masjid Diedukasi Sembelih Hewan Qurban

AYO BACA : Ruwatan Ketel Uap, Mengenang Sejarah Perkebunan Teh Kaligua

TEGAL TIMUR, AYOTEGAL.COM - Persoalaan sampah di Kota Tegal masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kota Tegal. Sebab, dalam sehari Kota Tegal bisa menghasilkan 250 ton sampah. Sebanyak 30 persen sampah plastik dan sisanya sampah organik dan campuran. 
\n
\nKepala Dinas Lingkungan Hidup Resti Drijo Prihanto mengatakan, masalah utama lingkungan hidup di Kota Tegal yakni sampah. 
\n
\n\"Dalam sehari, Kota Tegal bisa menghasilkan sampah sekirat 250 ton yang terdiri 30 persen sampah plastik,\" katanya saat Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, di Hutan Mangrove, PAI, Kota Tegal, Senin (29/7/2019).
\n
\nMenurutnya, selama ini sampah rumah tangga di Kota Tegal belum ada pemilihan dan pengelolaan. 
\n
\nResti mengatakan, jika rumah tangga bisa dipilih maka akan mengurangi tugas di TPA.
\n
\n\"Ini menjadi PR kita. Menjadi prioritas supaya sampah rumah tangga baik organik maupun non organik bisa dipilah- pilih,\" ujarnya.
\n
\nMenanggapi persoalan sampah, Wakil Wali Kota Tegal M Jumadi mendorong generasi muda didorong mewariskan lingkungan yang baik bagi generasi ke depan. 
\n
\nIa juga mengimbau kepada masyarakat supaya mandiri dan mengetahui cara mengelola sampah antara non organik atau plastik dan sampah organik.
\n
\nMenurut Jumadi, kesadaran memilah sampah harus dimulai dari sampah rumah tangga. Dengan begitu, persoalan sampah secara bertahap bisa teratasi.

AYO BACA : Luar Biasa, Difabel Slawi Unjuk Kebolehan Berteater di Panggung

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar