Dianggap Sia-sia, Ini Jawaban Dinsos Kota Tegal Soal Razia PGOT

  Selasa, 27 Agustus 2019   Lilisnawati
PGOT yang terjaring Dinas Sosial (Istimewa)

TEGAL BARAT, AYOTEGAL.COM -- Adanya razia pengemis, gelandangan, dan orang terlantar (PGOT) yang dilakukan Dinas Sosial dan Satpol PP Kota Tegal secara berulang-ulang sangat disayangkan masyarakat.

Pasalnya, itu dianggap sia-sia karena tidak menimbulkan efek jera bagi para PGOT yang berkeliaran di Kota Tegal.

"Sangat disayangkan mereka yang sudah terjaring tapi besok harinya sudah kembali berkeliaran di sudut-sudut Kota Tegal," kata Budi (39) warga Mintaragen, Kota Tegal.

Namun, kata Budi, jumlah PGOT semakin berkurang. Meski demikian, keberadaan PGOT mengganggu ketertiban masyarakat yang berkunjung ke Kota Tegal.

Sementara itu, Kabid Rehabilitasi Bantuan Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Kota Tegal, Endah Pratiwi mengakui razia PGOT belum membuahkan hasil yang diinginkan.

"Mereka masih membandel meski berulang kali terkena razia," ujarnya.

Menurutnya, belum berhasilnya memberantas PGOT di Kota Tegal karena belum adanya payung hukum yang mengatur keberadaan PGOT.

"Sudah ada Perda Trantib, tapi belum dilengkapi Perwal. Perwal masih disusun. Setelah ada, nantinya mereka yang tertangkap lebih dua kali bisa dikenakan sanksi tegas," jelasnya.

Nantinya, kata Wiwi, Perwal tersebut berisi tentang larangan memberi uang kepada pengemis.

"Para PGOT yang kedapatan lebih dari dua kali terajaring akan dikenakan sanksi pidana selama tiga bulan," tuturnya.

Ia juga mengatakan, PGOT yang membandel didominasi oleh pendatang dari luar kota seperti Pemalang, Brebes dan wilayah Jawa Barat.

"Mereka yang dari Kota Tegal kebanyakan sudah malu dan kapok, tapi ini yang bandel mereka dari luar Kota Tegal," pungkasnya.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar