KPU dan Bawaslu Kabupaten Tegal Boikot Pengambilan Sumpah dan Janji Anggota DPRD

  Rabu, 28 Agustus 2019   Dwi Ariadi
Acara pengambilan sumpah dan janji anggota DPRD periode 2019-2024 di Gedung DPRD Kabupaten Tegal, Rabu (28/8/2019). (Dwi Ariadi/ayotegal.com)

SLAWI, AYOTEGAL. COM-- Acara Pengambilan Sumpah dan Janji Anggota DPRD Kabupaten Tegal periode 2019-2024 di Gedung DPRD, Rabu (28/8/2019)  diwarnai aksi boikot oleh jajaran KPU dan Bawaslu. Semua Komisioner KPU dan Bawaslu meninggalkan ruangan sebelum acara  dimulai.

Salah satu Komisioner KPU Himawan Tri kepada Ayotegal.com mengatakan, pihaknya merasa tidak dihormati sebagai lembaga penyelenggara Pemilihan Umum (Pemilu).

"Kami protes pada panitia pengambilan sumpah jabatan anggota DPRD yang belum bisa menghormati lembaga penyelenggara pemilu," kata Himawan Tri.

Dikatakan, dalam formasi tempat duduk Komisioner KPU dan Bawaslu ditempatkan di kursi deretan belakang bersama tamu undangan umum.

AYO BACA : Kota Tegal Berkomitmen Gencarkan Inovasi Menuju Smart City

Padahal, lanjut Himawan,  seperti pelantikan periode sebelumnya Komisioner KPU berada di barisan depan.

"Bahkan, pada saat datang pertama mau transit tidak diperbolehkan oleh salah satu panitia," jelas komisioner KPU Kabupaten Tegal Bidang Sosialisasi itu.

Aksi protes itu pun sudah disampaikan ke KPU Provinsi Jateng. "Mereka mendukung sikap kami untuk memprotes panitia yang tidak seperti biasanya," katanya.

Dia menegaskan, persoalan itu lebih pada kebiasaan dan penghormatan kepada lembaga.

AYO BACA : Bidkum Polda Jateng Sosialisasi dan Penyuluhan Hukum di Polres Tegal Kota

Hal yang sama juga disampaikan Komisioner Bawaslu, Sri Anjarwati. Menurut dia, pihaknya selaku penyelenggara Pemilu harus tahu proses pengambilan sumpah anggota DPRD secara langsung.

"Apakah benar yang dipanggil itu sesuai dengan namanya. Sosok yang datang benar apa tidak. Itu hanya salah satu poin, termasuk kedatangan kami ke acara tersebut merupakan bagian dari proses penyelenggaraan Pemlu," katanya.

Plt. Sekretaris DPRD, Susiana ketika diminta konfirmasi menjelaskan, pihaknya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menghormati para tamu undangan.

Penempatan KPU dan Bawaslu di bagian kursi belakang karena  keterbatasan tempat.

Dia juga menepis KPU dan Bawaslu melakukan penolakan karena sudah melakukan komunikasi. "Mungkin mereka ada acara penting," katanya singkat.

AYO BACA : Juara 2 Anugrah Iptek Budhipraja, Jumadi: Cambuk Pemkot Majukan Kota Tegal

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar