Politik Uang Dominasi Pelanggaran Pemilu di Kota Tegal

  Kamis, 26 September 2019   Lilisnawati
Rapat Koordinasi Evaluasi Pengawas Pemilu 2019 dengan Media, di Plaza Hotel, Kamis (26/9/2019). (Lilisnawati Ayotegal.com)

TEGAL BARAT, AYOTEGAL.COM- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tegal menyebut ada delapan dugaan pelanggaran Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 di Kota Tegal. Kasus politik uang mendominasi jumlah pelanggaran itu.

Bawaslu menyebut ada lima pelanggaran pidana terkait politik uang, dua kasus dugaan pelanggaran netralitas ASN dan satu dugaan pelanggaran kode etik pelaksana pemilu.

Hal itu terungkap saat Rapat Koordinasi Evaluasi Pengawas Pemilu 2019 dengan Media, di Plaza Hotel, Kamis (26/9/2019).

AYO BACA : PKK Kota Surakarta dan Magelang Belajar UP2K di Kota Tegal

\"Kami berharap, pada Pemilu yang akan datang, masyarakat lebih berani untuk melaporkan kepada Bawaslu,\" ujar Ketua Bawaslu Kota Tegal Akbar Kusharyanto.

Terkait masih maraknya politik uang, pihaknya akan membentuk desa atau kampung antipolitik uang dan kampung pengawasan.

\"Karena money politic saat ini merupakan penyakit yang tidak bisa dielakkan, karena kerap dilakukan oleh calon dan masyarakat juga terbiasa dan memanfaatkan momen Pemilu,\" katanya.

AYO BACA : 35 Kota/Kabupaten di Jateng Didorong Ramah Lansia

Desa atau kampung pengawasan itu nantinya, kata Akbar, kampung tersebut mempunyai karakter masyarakat yang memiliki kesadaran penuh terhadap pemilu yang demokratis.

Terciptanya Pemilu yang demokratis juga tak lepas dari peran media. Sebab, peran media menjadi sangat penting dalam rangka menginformasikan, mengedukasi dan menyampaikan apa saja yang sudah dilakukan Bawaslu.

\"Media juga memiliki fungsi pengawasan, netralitas dan kontrol sosial. Untuk itu, lewat rakor ini diharapkan ada sinergitas antara Bawaslu dengan media pada Pemilu yang akan datang,\" ucapnya.

Sementara itu, Komisioner Bawaslu Nurbaeni menambahkan bahwa rakor ini menjadi momen yang sangat penting untuk menyamakan persepsi dan bersinergi antara Bawaslu dengan awak media dalam menyampaikan pemberitaan. Sebab sesuai dengan impian Bawaslu Kota Tegal yakni terbuka dan informatif.

Meski pemilu telah usai, namun kegiatan-kegiatan pasca pemilu sudah dipersiapkan oleh Bawaslu Kota Tegal.

Antara lain, penerbitan buletin atau majalah Bawaslu Kota Tegal, penerbitan buku pengawasan, pengembangan website, sosialisasi kelompok sasaran, sosialisasi melalui gelar budaya dan pembentukan kampung anti money politic dan kampung pengawasan.

AYO BACA : Kota Tegal Tuan Rumah Forwakada, Diikuti 60 Wakil Kepala Daerah

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar