1.500 Masyarakat Kota Tegal Terima Sertifikat Tanah

  Senin, 30 September 2019   Lilisnawati
Kantor BPN/ATR Kota Tegal membagikan 1.500 sertifikat tanah (Humas Pemkot Tegal).

TEGAL TIMUR, AYOTEGAL.COM -- Sebanyak 1.500 sertifikat tanah dibagikan kepada masyarakat Kota Tegal.

Sertifikat tanah dibagikan secara simbolis oleh Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono di GOR Wisanggeni Kota Tegal, Senin (30/9/2019).

Kepala Kantor ATR/BPN Siyamto mengatakan serifikat tanah yang dibagikan tersebut merupakan sertifikat yang dibuat dari bidang tanah yang sebelumnya memang belum berbentuk sertifikat dan masuk dalam Program Pemerintah melalui Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

Menurutnya, di tahun 2019, Kota Tegal mendapat target dari Kantor ATR/BPN Jawa Tengah sebanyak 1.500 sertifikat hak atas tanah.

"Alhamdulillah, target tersebut bisa terealisasi sebelum batas waktunya," katanya.

Ia pun mengucapkan terimakasih kepada semua pihak, terutama Pemerintah Kota Tegal, melalui bantuan kecamatan dan kelurahan program PTSL bisa berjalan dengan baik.

Menurutnya, penyerahan sertifikat merupakan bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat agar memberikan kepastian hukum hak atas tanah yang dimiliki.

Dirinya juga menjamin keabsahhan sertifikat yang diserahkan kepada masyarakat, sebab menurutnya sertifikat tersebut diterbitkan dengan tata cara dan prosedur yang sebagaimana mestinya dan status hukumnya sama dan sah dengan sertifikat yang diterbitkan diluar program PTSL.

Siyamto mengungkapkan, pihaknya tinggal menyelesaikan 5% bidang tanah yang belum bersertifikat di Kota Tegal.

"Dari 85.000 bidang, kita baru menyelesaikan 95 persen atau sisanya masih ada 400-an bidang yang belum bersertifikat. Target kita di tahun 2020 sudah selesai," jelasnya. 

Sementara itu Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono yang hadir menyerahkan langsung sertifikat kepada masyarakat merasa bersyukur, dan mengapresiasi kepada BPN/ATR Kota Tegal.

Sebab, melalui program PSTL telah membantu masyarakat kota Tegal dalam mengesahkan tanah milik mereka, dan proses penerbitan sertifikasi ini bisa dilakukan dengan relatif cepat hanya dengan 5 bulan, target dalam tahun 2019 sudah terselesaikan.

"Dengan diterbitkannya sertifikat atas tanah, berarti masyarakat sudah mendapatkan kepastian hukum, secara legatitas mereka sudah aman, karena sudah memegang sertifikat," tuturnya.

Untuk itu, Dedy Yon berpesan kepada masyarakat supaya digunakan untuk keperluan usaha atau keperluan yang produktif bukan untuk keperluan yang produktif. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar