Pemkot Dorong Pekerja Bukan Penerima Upah Dilindungi Jaminan Ketenagakerjaan

  Minggu, 20 Oktober 2019   Lilisnawati
Rapat Kerja sama Operasional Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Tegal dengan Pemkot Tegal. (Humas Pemkot Tegal)

MAGELANG, AYOTEGAL.COM- Pemerintah Kota Tegal saat ini tengah berupaya meningkatkan perluasan penerima jaminan sosial ketenagakerjaan khususnya bagi pekerja bukan penerima upah atau usaha mandiri.

Hal itu terungkap dalam rapat Kerja sama Operasional Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Tegal dengan Pemkot Tegal, di Ballroom Plataran Heritage Borobudur Hotel, Kabupaten Magelang, Jumat (18/10/2019).

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono menyambut baik adanya kerjasama antara BPJS Ketenagakerjaan dengan Pemkot Tegal.

AYO BACA : Jelang Pelantikan Presiden, Kapolres Ajak Masyarakat Tolak Aksi Anarkis dan Terorisme

\"Konsolidasi ini perlu untuk sinkronisasi yang nantinya akan berdampak pada semakin banyaknya tenaga kerja di wilayah Kota Tegal yang terlindungi,\" katanya.

Sebab, selama ini, kewajiban jaminan sosial untuk para pekerja sering kali diabaikan. Padahal, jaminan sosial perlu untuk melindungi para pekerja apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Ia pun berharap, dengan semakin banyaknya tenaga kerja yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, tentunya harus diimbangi dengan pelayanan dari BPJ Ketenagakerjaan yang cepat dan cepat, termasuk menangani pelayanan klaim dari peserta.

AYO BACA : Akhir Pekan, Cuaca Cerah Berawan Hiasi Langit Kota Tegal

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Heru Setyawan mengatakan kegiatan ini merupakan hasil study banding ke Sulawesi Utara, di mana di sana terkait jaminan ketenagakerjaan relatif sudah berjalan dengan baik.

Menurut Heru, dorongan dari Pemkot, selain melalui regulasi juga melalui Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) yang terkait untuk kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

Ia mencontohkan beberapa OPD yang terkait bisa mendorong potensi-potensi kepesertaan jaminan ketenagakerjaan, seperti Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Tegal turut mengupayakan agar tokoh-tokoh agama sebagai pekerja sosial juga dilindungi oleh BPJS Ketenagakerjaan.

Sementara Kepala BPJS Naker Kota Tegal Cep Nandi Yunandar berharap kerja sama ini ada dukungan dari Pemkot Tegal untuk mengeluarkan regulasi, terkait kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

Cep Nandi juga berharap dengan diadakannya kerja sama antara Pemkot dan BPJS Ketenagakerjaan, semua OPD di lingkungan Pemkot Tegal bisa turut mendorong potensi-potensi yang belum tersentuh untuk perluasan kepesertaan PBJS Ketenagakerjaan.

AYO BACA : HUT GOW, Bupati Idza Ingatkan Para Ibu Tidak Nyinyir dan Neko-neko

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar