Polres Tegal Ringkus Komplotan Curanmor, Pemalsu STNK Ikut Terlibat

  Rabu, 23 Oktober 2019   Dwi Ariadi
Kapolres Tegal AKBP Dwi Agus Prianto menunjukkan barang bukti dan tersangka kasus curanmor di Mapolres Tegal, Rabu (23/10/2019). (Dwi Ariadi/Ayotegal.com)

SLAWI, AYOTEGAL.COM-- Polres Tegal meringkus komplotan pencuri sepeda motor (curanmor) lintas daerah. Dari kelompok ini, ada peran pemalsuan STNK untuk menjual hasil kejahatan mereka.

Kapolres Tegal AKBP Dwi Agus Prianto mengatakan, komplotan itu berjejaring antardaerah sampai ke Purbalingga.

AYO BACA : Pimpin Upacara Hari Santri, Ini Beberapa Harapan Dedy Yon untuk Santri Kota Tegal

\"Untuk di Kabupaten Tegal mereka beraksi di empat kecamatan, yakni Bojong, Bumijawa, Balapulang dan Pangkah,\" kata Kapolres dalam konferensi pers, Rabu (23/10/2019).

Dari hasil pengungkapan kasus tersebut, Polres Tegal menangkap tersangka pemalsu STNK, Doddy Bagus (39) warga Dukuh Sawangan, Desa Sigedong, Kecamatan Bumijawa, dan tujuh pelaku.

AYO BACA : Bawaslu Kota Tegal Sampaikan Capaian Kinerja Pelaksanaan Pemilu 2019

Mereka adalah Abdul Ghopur (32) Dukuh Monggor, Desa Sumbaga, Kecamatan Bumijawa, Irfan (37), Dukuh Aren, Desa Bumijawa, Abdul Sukur (31), warga Dukuh Keseran, Desa Bumijawa, Dede Ahmad Sopyan (21), Kelurahan Procot, Slawi, Mohamad Rio Bayung (34) warga Pangkah, Piran Jumadi (39) warga Desa Candiwula, Kecamatan Kutasari, Purbalingga, Imam Kanafi (37) Dukuh Gerwalen, Desa Traju, Kecamatan Bumijawa.

Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti sembilan sepeda motor dan seperangkat komputer dan printer yang digunakan untuk membuat STNK palsu.

\"Hasil curian sepeda motor kemudian dibikinkan STNK palsu kemudian dijual dengan harga rata-rata Rp 2 juta - Rp 3 juta,\" jelas Kapolres.

AYO BACA : Budidaya Varian Baru Ulat Sutera Menjanjikan, Simak Begini Caranya

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar