Pemalsu STNK Sindikat Curanmor Gunakan Perangkat Komputer Sederhana

  Rabu, 23 Oktober 2019   Dwi Ariadi
Perangkat komputer yang digunakan pemalsu STNK komplotan curanmor disita Polres Tegal, Rabu (23/10/2019). (Dwi Ariadi/Ayotegal.com)

SLAWI, AYOTEGAL.COM - Modus komplotan pencuri motor yang diringkus oleh Polres Tegal dalam menjual hasil kejahatannya makin lihai. Untuk memperdaya pembeli, sepeda motor bodong itu dilengkapi dengan STNK palsu.

Sebagaimana disampaikan oleh Kapolres Tegal AKBP Dwi Agus Prianto dalam konferensi pers, Rabu (23/10/2019), STNK palsu itu untuk menaikkan harga jual sepeda motor hasil curian ke pembeli.
\nSTNK palsu yang dibuat oleh tersangka pemalsu STNK, Doddy Bagus (39) warga Dukuh Sawangan, Desa Sigedong, Kecamatan Bumijawa itu menyesuaikan dengan plat nomor kendaraan.

AYO BACA : Ayo Media Manjakan Karyawan dengan Program Kembung

\"Dengan perangkat komputer lengkap dengan printer dan scanner tersangka membikin STNK mirip dengan aslinya,\" kata Kapolres.

Yang jelas, lanjut Kapolres, cetakan STNK palsu kualitasnya tidak sama dengan yang asli.

AYO BACA : Banyak Rumah Rusak Diterjang Angin, Umi: Pemdes Alokasikan Dana Desa untuk Bencana

\"Untuk diketahui oleh masyarakat STNK palsu yang dibikin komplotan ini sangat beda jauh. Tidak ada hologramnya serta tulisan STNK berbeda dengan aslinya termasuk kualitas kertasnya,\" tegasnya.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk hati-hati membeli sepeda motor dengan mengecek kelengkapan surat kendaraan.

Dari pengakuan tersangka, komplotan itu menjual motor hasil curian dilengkapi STNK palsu dengan harga Rp 2 juta sampai Rp 3 juta. Sementara tanpa STNK dijual rata-rata Rp 1 juta.

Sementara tersangka Doddy mengaku dapat pesanan bikin STNK palsu dengan biaya Rp 50 ribu sampai Rp 70 ribu. 

\"Saya hanya terima orderan saja dari mereka,\" kata Doddy yang juga pernah bekerja di percetakan.

AYO BACA : Banyak Rumah Rusak Diterjang Angin, Umi: Pemdes Alokasikan Dana Desa untuk Bencana

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar