Beragam Motif, Kerajinan Anyaman Bambu Dukuhsalam Makin Diminati

  Kamis, 31 Oktober 2019   Dwi Ariadi
Seorang perajin sedang menganyam bambu di Desa Dukuhsalam, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal. (Dwi Ariadi/Ayotegal.com)

SLAWI, AYOTEGAL.COM- Kerajinan anyaman bambu kini sedang menemukan tren sebagai bagian dari hiasan rumah yang artistik.

Motif anyaman yang kian variatif dan menarik seperti langit-langit rumah, gazebo dan beragam hiasan makin diminati oleh warga Tegal maupun luar daerah.

AYO BACA : Film Anak Garuda, Kisah Tujuh Alumni Sekolah SPI yang Jadi Kenyataan

Seperti yang disampaikan perajin anyaman bambu wulung, Pujianti (43) warga Desa Dukuhsalam, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal.

\"Sekarang pesanan sudah lumayan dibanding lima tahun yang lalu. Banyak juga yang datang dari luar daerah,\" katanya kepada Ayotegal.com.

AYO BACA : Kenali Tanda-tanda Anak Kecanduan Gadget

Pujianti yang akrab dipanggil Tiyur ini mengungkapkan, hasil kerajinan anyaman bambu sekarang sekadar untuk dinding saja tapi juga berbagai bentuk dan motif.

\"Memang kelihatan lebih bagus dan sekarang banyak yang suka divariasi dengan berbagai motif batikan,\" ujarnya.

Pujianti merupakan generasi kedua yang usaha turun temurun dengan anyaman bambu.
\nDengan dibantu sekitar 10 karyawannya, dia dengan dibantu anaknya Indra Eravani bisa memasarkan kepada pelanggannya yang datang dari Cirebon dan wilayah pantura.

Pada sekitar tahun  2011, usahanya sempat terpuruk karena bersaing dengan gypsun.

\"Namun, sekarang sudah lumayan. Dalam sebulan bisa melakukan pemasangan lima rumah dengan harga Rp 100 ribu per meter. Kalau pesan anyaman yang pakai motif batik seperti sidamukti, bintang tengah dan kembang teplok harganya Rp 130 ribu,\" jelasnya.

AYO BACA : Perampok di Semarang Tarik Mesin ATM Hingga Luar Bilik

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar