Kesadaran Rehabilitasi Minim, BNN Jamin Pecandu Tidak Diproses Hukum

  Rabu, 27 November 2019   Lilisnawati
Kabid Rehabilitasi Tegus Budi Santoso saat memberikan pengetahuan tentang rehabilitasi, Rabu (27/11/2019). (Ayotegal.com/ Lilisnawati)

TEGAL TIMUR, AYOTEGAL.COM- Minimnya kesadaran masyarakat khususnya pecandu narkotika untuk rehabilitasi masih menjadi perhatian Badan Narkotika Nasional (BNN).

Pasalnya, banyak para pecandu atau korban penyalahgunaan narkotika yang merasa takut dan enggan untuk datang melapor ke kantor BNN.

Hal itu terungkap dalam sosialisasi program rehabilitasi BNN Kota Tegal, di Riez Palace Hotel, Rabu (27/11/2019).

Kabid Rehabilitasi BNN Provinsi Jawa Tengah Teguh Budi Santoso mengatakan, kebanyak pecandu atau penyalahguna narkotika takut dengan proses hukum.

AYO BACA : Pemkot Tegal Terima DIPA Rp 695,71 M, Ini Peruntukannya

\"Padahal, para pecandu yang berniat untuk rehabilitasi itu dilindungi dan tidak dipidana. Ada payung hukumnya. Berbeda jika mereka tidak mau melapor dan rehab, jika kedapatan akan diproses hukum,\" jelasnya.

Menurutnya, dasar hukum rehabilitasi pecandu dan penyalahguna narkotika sudah jelas. Di antaranya diatur dalam UU nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, Peraturan Pemerintah nomor 25 tahun 2011 tentang pelaksanaan wajib lapor pecandu narkotika.

Selain itu, ada pula Peraturan Bersama (Perper) nomor 1 tahun 2014 tentang penangan pecandu narkotika dan korban penyahlagunaan serta Perka BNN nomor 11 tahun 2014 tentang cara penanganan tersangka/terdakwa pecandu narkotika dan penyalahguna ke dalam lembaga rehabilitasi.

Untuk itu, dirinya mendorong agar masyarakat yang merasa menjadi pecandu atau korban penyalahgunaan narkotika berkenan untuk melapor dan melakukan rehabilitasi.

AYO BACA : 40 Wirausaha Baru di Tegal Dilatih Jadi Juragan Keripik Standar Ekspor

Sementara itu, Kepala BNN Kota Tegal Igor Budi Margiono mengatakan, di Kota Tegal sendiri masih pada enggan melapor dan berkenan untuk melakukan rehabilitasi.

\"Sampai dengan November 2019, tercatat 15 orang yang berkenan untuk rehab,\" ucapnya.

Disampaikan Igor, kasus penyalahgunaan narkotika masih didominasi oleh rasa penasaran atau coba-coba.

\"Mereka biasanya menyasar pelajar. Untuk itu, hari ini kita sengaja menggelar sosialisasi rehabilitasi kepada tenaga pendidik SMP di Kota Tegal,\" ujarnya.

Harapannya, apabila ada anak didiknya yang sudah terlanjur menjadi pecandu atau menjadi korban bisa turut membantu membawa ke BNN agar direhabilitasi.

AYO BACA : Komunitas Sastrawan Tegal Gelar Kongres Sastra Tegalan, Ini Maksudnya

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar