Dikbud Kabupaten Tegal Simulasikan Belajar di Sekolah, Begini Pelaksanannya

  Senin, 15 Juni 2020   Dwi Ariadi
Simulasi kegiatan belajar mengajar di SMP 1 Pangkah.

PANGKAH, AYOTEGAL.COM - Dinas Pendidikan Kabupaten Tegal menggelar simulasi kegiatan belajar mengajar (KBM)  masa adaptasi kebiasaan baru, Senin (15/6/2020). 

Ada 5 SMP yang menggelar simulasi protokol kesehatan dalam upaya pencegahan penularan Covid-19. Salah satu sekolah tersebut adalah SMPN 1 Pangkah.  

Pelaksanaannya pun berbeda dengan aktivitas KBM di masa normal. Bahkan, dalam simulasinya siswa yang berasal dari daerah zona merah tidak boleh berangkat.

Menurut Kepala SMPN 1 Pangkah, Ali Komsakom, pelaksanaan simulasi dilakukan dalam rangka penerapan new normal di Kabupaten Tegal.

"Pelaksanaannya tentu berpegang pada protokol kesehatan. Seperti saat masuk siswa harus pakai masker, pengukuran suhu badan, penerqpan jaga jarak di dalam kelas," katanya.

Selain itu, lanjut Ali, dalam uji coba atau sinulasi juga dilakukan 2 kelompok atau sif masuk, agar tidak bergerombol. Artinya jumlah siswa di tiap kelas dikurangi sekitar 50 persen dari jumlah keseluruhan. 

"Biasa rata rata tiap kelas itu diisi 32 siswa. Saat ini hanya separohnya yang berangkat. Kemudian separohnya lagi berangkat besok," ungkapnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Tegal, Akhmad Was'ari mengungkapkan hasil pantauan pelaksanaan simulasi semuanya berjalan lancar.

"Kita sangat ketat dalam melaksanakan simulasi ini. Untuk SMP ada 5 sekolah yang jadi percontohan, dan SD 35 sekolah," jelasnya.

Menurutnya ada beberapa yang harus diperhatikan oleh sekolah maupun siswa. Di antaranya siswa dari wilayah zona merah, siswa sakit, siswa yang biasa berangkat dengan kendaraan umum tidak diperbolehkan berangkat.

"Jadi simulasi ini hanya sekolah yang berada di zona hijau, yang lain tidak boleh," tambahnya.

Menanggapi sejumlah sekolah swasta yang berada di zona hijau dan siap melaksanakan KBM, Was'ari menjawab dengan tegas bahwa pihaknya belum memberikan izin. 

Selain itu, materi yang diberikan kepada siswa dalam simulasi yang dilaksanakan hari ini hingga Jumat mendatang hanya tentang Covid -19.

"Banyak sekolah swasta yang menyatakan sudah siap, tapi masih kami pertimbangkan,''jelasnya. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar