Wisata Ditutup, Pemkab Kendal Kehilangan Rp 500 Juta

  Kamis, 18 Juni 2020   Dwi Ariadi
Pantai Ngebum Kaliwungu Kendal

KENDAL, AYOTEGAL.COM- Dampak penutupan tempat wisata akibat penyebaran Covid-19 mengakibatkan pemasukan dari sektor ini mengalami kerugian cukup tinggi.  

Kepala Bidang Pariwisata Disporapar Kendal, Kardiyantomo mengatakan, saat ini terdapat sekitar 40-an tempat wisata termasuk desa wisata di Kabupaten Kendal. 

Dengan ditutupnya seluruh tempat wisata sejak 17 Maret lalu, secara otomatis pihak pengelola tidak memiliki pemasukan, sementara perawatan tempat tetap harus berjalan. 

Kardiyantomo menyebutkan, sementara vakumnya tempat wisata khusus yang dikelola Pemkab Kendal meliputi Curug Sewu, Kolam Renang Boja, dan Pantai Sendang Sikucing, menyebabkan sekitar Rp500 juta hilang. 

Jumlah tersebut sedianya menjadi pendapatan daerah dari segi tempat wisata yang dikelola Pemkab. Ia berharap segera mungkin sejumlah persiapan pembukaan tempat-tempat wisata segera dipenuhi untuk menghilangkan kejenuhan masyarakat agar bisa berlibur meski dalam suasana pandemi Covid-19. 

"Intinya, kalau sudah ada 3 lampu hijau meliputi pihak Disporapar Provinsi, kepala daerah dan tim gugus tugas penanganan covid-19, kita siap membukanya. Mungkin bulan ini atau bisa saja mundur," katanya. 

Dijelaskan  pihak Provinsi Jawa Tengah telah melangsungkan simulasi pembukaan di tempat wisata Candi Borobudur pada 8 Juni. Hasilnya dilakukan evaluasi untuk diteruskan kepada masing-masing daerah agar menerapkan hal yang sama. 

Pada prinsipnya protap yang nantinya harus disediakan meliputi wajib pakai masker pengunjung dan petugas, cek suhu tubuh, diimbau untuk menyediakan fasilitas pembelian tiket online, wajib cuci tangan, pembatasan kapasitas maksimal 50% dari kapasitas pengunjung, serta wajib dilakukan pengaturan jarak tiap spot wisata maupun tempat dagangan. 

"Untuk jumlah pedagang kemungkinan tidak dikurangi, hanya kita berlakukan jarak antar kursinya. Physical distancing yang kemungkinan akan menjadi perhatian khusus agar pengunjung benar-benar tidak berkerumun," pungkasnya.(Edi Prayitno)

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar