Jumadi: 'Go Digital' Solusi Tepat Pemulihan Ekonomi di Kota Tegal

  Kamis, 25 Juni 2020   Lilisnawati
Diskusi bersama program mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Tegal, Kamis (25/6/2020).(Lilisnawati/Ayotegal)

TEGAL BARAT, AYOTEGAL.COM- Pemerintah Kota Tegal bersama Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Kuangan (OJK) Tegal menggelar diskusi program pemulihan ekonomi Kota Tegal di kantor OJK Tegal, Kamis (25/6/2020).

Rapat yang dipimpin Wakil Wali Kota Tegal Muhamad Jumadi, juga dihadiri industri jasa keuangan (IJK) di Kota Tegal.

"Hari ini, kami bersama BI, OJK dan lembaga keuangan perbankan berdiskusi mencari cara meningkatkan perekonomian yang sempat mati suri akibat Covid-19," ujar Jumadi.

Menurut Jumadi, Pemkot Tegal bersama BI dan OJK sepakat akan memulihkan ekonomi dengan program digitalisasi, khususnya digitalisasi di sektor UMKM. Pihaknya akan membantu para UMKM, terutama pada persoalan modal, SDM dan pasarnya.

"Go digital bukan sekedar tagline. Pijakan kita semuanya harus digital, digital dan digital. Tujuannya agar kita semua bisa cepat menggerakan kembali ekonomi kita ini," ucapnya.

Sementara itu, Kepala OJK Tegal Ludy Arlianto mengatakan, pihaknya akan mendukung program Pemkot Tegal untuk memulihkan perekonomian Kota Tegal.

Menurutnya, 45.000 debitur dengan nilai Rp 1,3 triliun sudah menerima strukturisasi atau keringan kredit kepada masyarakat yang terdampak Covid-19.

"Kami berharap, kegiatan ini benar-benar bisa terealisasi. Go digital keliahatannya sederhana tapi praktiknya susah. Sehingga harus didukung semua pihak," ucapnya.

Ia menilai, menggerakan kembali UMKM yang selama ini tidak digarap akan menambah mempercepat pertumbuhan ekonomi di Kota Tegal. Terlebih, UMKM menjadi salah satu sektor tulang punggung perekonomian daerah.

Senada dengan Jumadi dan Ludy, Kepala BI Tegal Taufik Amrozy juga menilai program digitalisasi menjadi langkah yang pas untuk menggerakan ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

Ia sendiri optimis pertumbuhan ekonomi di Kota Tegal mulai melandai. Artinya, mulai ada pergerakan untuk ke angka yang lebih baik.

"Kami melihat dengan optimis. Di eks Karesidenan Pwkalongan ini pertumbuhan ekonominya slowing down, itu artinya tetap tumbuh namun tidak secepat yang lalu," ungkapnya.

Menurutnya, hal itu lebih baik jika dibandingkan dengan daerah yang lain, yang sampai minus atau kontraksi.

"Kita masih optimis walaupun petumbuhannya melandai," katanya

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar