Lahan Milik PTPN VIII Dijadikan Ladang Ganja

  Minggu, 12 Juli 2020   Dwi Ariadi
Kapolres Cimahi, AKBP. M Yoris Maulana Yusuf Marzuki, di lahan PTPN VIII yang dijadikan ladang ganja, Minggu (12/7/2020).ITri Junari/Ayobandung)

BANDUNG, AYOTEGAL.COM - Satuan Reserse Narkoba Polres Cimahi berhasil mengungkap ladang pohon ganja di lahan milik  PT. Perkebunan Nusantara VIII  (PTPN VIII) atau perkebunan Kina Bukit Tunggul, Desa Cipanjalu, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung, Minggu (12/7/2020).

Lokasi penanaman ganja berada di hutan Bandung Utara secara administratif terletak di perbatasan antara Desa Suntenjaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat dengan Desa Cipanjalu, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung.

Para pelaku menanam ganja di antara rimbunnya pohon Kalitus (Eucaliptus) dan berbagai tanaman sayuran dan pohon pisang yang ditanami oleh masyarakat seluas 1 hektar.

“Pengungkapan ladang ganja ini berawal dari penangkapan 2 orang pelaku dengan barang bukti ganja basah seberat total 3 kilogram,” kata Kapolres Cimahi, AKBP. M Yoris Maulana Yusuf Marzuki, di lahan PTPN VIII yang dijadikan ladang ganja, Minggu (12/7/2020).

Kepada Polisi para tersangka mengaku, pembukaan lahan ganja sudah dimulai sekitar 1 tahun lalu dan telah memasuki masa panen 3 kali. 
Dalam 1 kali panen mereka bisa mendapat ribuan pohon ganja dengan berat kering 20 hingga 40 kilogram.

“Panen dilakukan tiap 3 bulan sekali dan sudah panen beberapa kali dan terakhir sekitar tiga minggu lalu. Jika 1 kilogram ganja dijual Rp6 juta maka sekali panen bisa menghasilkan uang sekitar Rp240 juta rupiah,” terang Yoris.

Yoris mengapresiasi kinerja jajaran Sat Res Narkotika Polres Cimahi, yang selama satu pekan ini terus bekerja untuk mengungkap kasus ini. Bahkan ada anggota yang sakit karena harus keluar masuk perkebunan untuk mencari barang bukti pohon ganja.

“Tim yang terlibat dalam kasus ini akan mendapatkan reward  dari kami dan juga akan diusulkan ke Pak Kapolda untuk mendapatkan reward atas keberhasilan ini,” ujarnya.

Di tempat sama, Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Cimahi, AKP. Andri Alam menerangkan, dari barang bukti yang didapat pada penangkapan awal ganja yang diamankan masih merupakan ganja basah. 

Hal itu yang menguatkan dugaan jajarannya bahwa ganja tersebut ditanam masih di wilayah Bandung Barat dan sekitarnya.

“Kalau ganja dari luar daerah biasanya sudah kering tapi ganja yang diamankan masih basah, untuk itu kita terus lakukan pendalaman hingga keluar masuk hutan,” terangnya.

Andri juga mengungkapkan, tidak mudah untuk sampai ke lokasi penanaman ganja karena pelaku berbelit-belit dan medan menuju lokasi hanya jalan setapak di tengah hutan.

Di sisi lain, tim pun kembali mengamankan 2 orang pelaku, dan berhasil menggali informasi yang mengarah ke lokasi penanaman pohon ganja tersbut.

“Untuk sampai lokasi harus menggali keterangan dari keempat orang pelaku yang sudah ditangkap, karena sebelumnya dilakukan penyisiran belum berhasil menemukan lokasi penanaman ganjanya,” ungkapnya.

Ganja yang dipanen pelaku, kata Andri merupakan ganja yang berumur sekitar 3 sampai 4 bulan dengan tinggi 1 meter yang ditanam tumpang sari secara acak. 

Hal itu dilakukan agar menyamarkan pandangan masyarakat tidak terlalu tinggi dan mencolok.

“Penanamannya disamarkan dan tidak padat. Mereka memanfaatkan luas lahan dan di antara semak-semak yang tumbuh di sekitar perkebunan,” bebernya.

Dari 5 orang tersangka, 1 orang di antaranya merupakan penggarap lahan dan 4 orang lainnya berperan sebagai pengedar. Barang bukti didapat 3 kilogram ganja kering sudah dalam paketan besar dan paketan kecil siap edar dan beberapa pohon ganja berumur sekitar 3 minggu.

“Para pelaku akan dikenakan Pasal 114 Ayat 2 dan Pasal 111 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 15 tahun sampai 20 tahun penjara,” tandas Andri.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar