Nadiem Gandeng Pengusaha Terlibat dalam Forum Pengarah Vokasi

  Rabu, 15 Juli 2020   Dwi Ariadi
Peluncuran Forum Pengarah Vokasi secara virtual, Rabu (15/7/2020). [Suara.com]

JAKARTA, AYOTEGAL.COM - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim melibatkan pengusaha dalam program link and match antara dunia pendidikan dengan dunia usaha industri yang tergabung dalam Forum Pengarah Vokasi.

Nadiem menjelaskan, Forum Pengarah Vokasi yang dibentuk Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri Kemendikbud ini beranggotakan Kamar Dagang dan Industri (KADIN), Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) dan Himpunan Kawasan Industri (HKI).

AYO BACA : FKP Kabupaten Tegal-UMUS Brebes Bangun Kolaborasi Jejaring Bisnis

Mereka akan dilibatkan lebih dalam, mulai dari memberikan pelatihan, tempat magang dan mengatur kurikulum pembelajaran pendidikan vokasi seperti SMK, politeknik dan sekolah vokasi di perguruan tinggi.

\"Mereka diberikan kebebasan dan kemerdekaan untuk mengintervensi kurikulum dan kualitas pengajar, dan untuk bisa menentukan seperti apa pola pengajaran yang dilakukan, dan diberikan kebebasan untuk melakukan program magang di dalam industri yang jangka panjangnya lebih panjang dengan kualitas yang lebih baik, sehingga industri bisa mengobservasi talenta itu untuk akhirnya diseleksi dan dimasukkan sebagai bibit unggul untuk masuk ke dalam industri itu,\" kata Nadiem dalam peluncuran Forum Pengarah Vokasi secara virtual, Rabu (15/7/2020).

AYO BACA : Smartfren Gelar WOW Concert 2020 secara Virtual

Nadiem berharap, program tersebut bisa menghasilkan lulusan pendidikan vokasi yang siap kerja untuk masuk ke dunia industri, tidak perlu penyesuaian lagi karena sudah berpengalaman selama berada di pendidikan vokasi.

\"Kalau lulusan-lulusan SMK atau perguruan tinggi vokasi menciptakan anak yang 1,5 kali atau 2 kali lebih produktif dari pada entry level job lainnya karena sudah dua tiga tahun mengetahui domain kompetensi itu, demand untuk orang-orang itu akan secara otomatis growth,\" ucapnya.

Mantan CEO Gojek itu mengakui program ini tidak bisa dilihat indikator keberhasilannya dalam jangka pendek, melainkan baru bisa dilihat ketika sudah berjalan 10-20 tahun.

AYO BACA : Mulai Besok, Jalan Pancasila Kota Tegal Bebas PKL

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar