Kreatif! Anak-anak di Tegal Bisnis Layangan, Hasilnya Dibelikan Kuota untuk Belajar Online

  Sabtu, 25 Juli 2020   Lilisnawati
Aktivitas anak-anak yang tengah sibuk membuat layang-layang, Jumat (25/7/2020).(Lilisnawati/Ayotegal)

TEGAL SELATAN, AYOTEGAL.COM- Sejak merebaknya virus korona di Indonesia, pemerintah menerapkan kebijakan kepada seluruh sekolah untuk melakukan pembelajaran secara daring atau online. Tak terkecuali di Kota Tegal.

Momen itu pun banyak dimanfaatkan anak-anak untuk bermain sepuasnya bersama teman-temannya.

Namun bagaimana jika anak-anak bermain sekaligus menghasilkan uang?

Seperti yang dilakukan Mohamad Febri Irwansyah, siswa kelas 2 SMP dan Riko Ardiansyah, siswa kelas 6 SD. Mereka sengaja memanfaatkan sela-sela waktu belajar dari rumah untuk bisnis layangan.

Dalam sehari, mereka bisa mendapatkan uang Rp20.000 sampai Rp25.000 dari hasil membuat layang-layang.

Baik Febri maupun Riko, mereka mengaku awal mulanya bisnis layangan karena iseng dan karena hobi bermain layangan.

"Awalnya iseng-iseng karena suka juga main layangan. Ternyata malah banyak pesanan. Jadi tambah semangat karena bisa dapet uang," kata Febri, Jumat (24/7/2020).

Menurutnya, dalam sehari ia bersama tiga temannya bisa membuat 15 sampai 20 layangan.

"Sehari bisa 15 sampai 20 layangan. Yang buat ada empat orang. Bagi tugas, ada yang buat kerangka, nyisiki (menghaluskan kerangka), menempel kertas dan menggambar," ucapnya.

Ia mengaku sudah membuat layang-layang sejak lima bulan atau tepatnya sejak sekolah mulai diliburkan. Hasilnya pun ia gunakan untuk jajan dan membeli kuota untuk belajar online.

"Buat layangan dari liburan pertama. Dari Maret. Uangnya buat beli jajan dan beli kuota belajar online," katanya.

Namun, kreatifitas anak-anak di Jalan Kakatua, Kelurahan Randugunting, Kota Tegal itu tak luput dari peran Rohman (47). Ia merupakan tetangga dari Febri dan Riko yang mengumpulkan hasil kerajinan tangan anak-anak.

Rohman yang kesehariannya berjualan toko kelontong ini tampaknya melihat peluang bisnis, di mana saat ini lagi ramai orang menerbangkan layang-layang.

Benar saja, layang-layang hasil kerajinan anak-anak di sekitar rumahnya laris manis terjual. "Alhamdulillah sehari bisa laku 30-40 layangan," katanya.

Ia kemudian menceritakan, awal mulanya mengumpulkan layang-layang buatan anak-anak.

"Jadi awalnya saya lihat anak-anak pada buat layangan karena sekolah libur. Nah di situ saya tergugah bagaimana kalau layangan yang mereka buat bisa jadi uang. Akhirnya layangan mereka saya kumpulkan buat dijual," ucapnya

Hasilnya, kata Rohman, satu anak bisa mendapat Rp20.000 sampai Rp25.000 tiap harinya, bergantung berapa jumlah layangan yang dihasilkan.

Menurutnya, jika layangan yang dihasilkan lebih besar, maka hasil yang didapat pun besar. Misalnya layangan jenis karakter setan, satu anak bisa dapat Rp25.000 sampai Rp30.000 dari satu layangan.

"Daripada ngalor-ngidul main ngga jelas, mending bikin layangan karena jelas ada hasilnya. Uangnya bisa buat jajan, ngga usah minta sama orangtua," katanya.

Meski begitu, ia tak lupa mengingatkan anak-anak untuk selalu belajar.

Di rumahnya kini sudah dipenuhi ratusan layang-layang hasil karya anak-anak yang siap jual, dijual dari mulai harga Rp1000 sampai Rp100.000.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar