Rotasi 99 Kasek SD, Bupati Tegal Ingatkan Tanggung Jawab Sekolah di Masa Pandemi

  Rabu, 29 Juli 2020   Dwi Ariadi
Bupati Tegal Umi Azizah saat melantik dan mengambil sumpah jabatan Kepala SD Negeri di Pendopo Amangkurat, Selasa (28/7/2020).(Dok.Humas Pemkab Tegal)

SLAWI, AYOTEGAL.COM – Sebanyak 99 kepala sekolah (kasek) SD di Kabupaten Tegal dirotasi. Di tengah masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) ini, Bupati Umi Azizah kembali mengingatkan protokol kesehatan pencegahan Codid-19 benar-benar dipatuhi. 

Selain itu, pemutasian ini harus terbebas dari praktik gratifikasi, termasuk pola setoran uang kepada atasan. 

Hal tersebut disampaikan Umi Azizah saat melantik dan mengambil sumpah jabatan Kepala SD Negeri di Pendopo Amangkurat, Selasa (28/7/2020).

Umi berharap, rotasi kepala sekolah ini sudah melalui proses yang benar dan dilakukan secara profesional, tidak melibatkan kepentingan pribadi sehingga menciptakan peluang terjadinya transaksi, misalnya soal penempatan di sekolah ataupun wilayah tertentu. 

''Silahkan laporkan ke saya jika memang ada oknum pejabat ataupun pegawai yang masih berani meminta kompensasi berupa uang ataupun yang lainnya yang itu tergolong gratifikasi,” tegas Umi.

Hal tersebut dipandang penting karena Pemkab Tegal lebih menuntut kinerja dari para pejabatnya. Dengan demikian, lanjut Umi, apabila ada target kinerja yang tidak tercapai, pelayanan publik yang tidak memuaskan hingga pelanggaran kode etik, maka dengan mudah punisment kepegawaian bisa diterapkan.

Dan, tak kalah pentingnya delajar dari pandemi Covid-19 yang berkepanjangan, kepala sekolah juga dituntut memiliki kepekaan tinggi untuk menjamin keamanan dan keselamatan kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa di sekolah. 

''Saya berharap, mutasi ini bisa menghadirkan semangat baru bagi para kepala sekolah untuk berkreasi, berinovasi, termasuk mengevaluasi pelaksanaan protokol kesehatan selama masa pengenalan lingkungan sekolah kemarin. Tujuannya agar terbangun budaya belajar mengajar yang efektif, produktif, sehat dan aman dari penularan Covid-19,” katanya.

Sebagaimana yang pernah disampaikan sebelumnya, disini Umi juga menitip pesan agar upaya pemenuhan sarana pendukung KBM di sekolah tidak sampai memberatkan orang tua siswa. 

Terlebih, kondisi ekonomi masyarakat saat ini sedang diharapkan pada situasi sulit akibat pembatasan aktivitas sosial dan pandemi Covid-19. 

''Jangan sampai ada ada siswa yang putus sekolah hanya karena tidak mampu membayar iuran sekolah,''tegasnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar